Archive | July, 2010

Festival serbu serba keju moo – Bundaran HI – Kota tua

18 Jul

Uhuy…baru seminggu gak ketemuan, udah kangen dengan temen2 wonderful people..so… Setelah memberikan info ke teman-teman untuk ketemuan di Plaza Selatan Senayan akhirnya kita jadi ketemuan di Festival Serba Serbu Keju Moo (festival again…sepertinya saya akan dinobatkan jadi ratu festival niy…)Kali ini saya telat datang, harusnya janjian jam 3 tapi datengnya jam 4 kurang…itu semua karena jalanan pondok indah, h.nawi dan radio dalam macet parah…Ihhhh…nyebelin dech…Terjebak macet be2 andin, sampe akhirnya diturunin di jalur cepat sudirman oleh supir taksi untuk mengejar waktu. Sementara pepi, nia, utex, ir, lita dan tity sudah tiba di Festival Serba Serbu keju Moo.

Tema pertemuan hari itu ya tentu makan-makan. Mulai dari beli Big Hotdog…(antrian panjang ciiiin…so,yang antri Ir dan Nia, sementara yang lainnya ada yang jaga meja n keliling2 area festival), pancake bakar , keju fountain, takoyaki, nasi goreng katsu keju, mie ayam keju  , 1 gelas jelly, 2 gelas es teh manis, berbotol2 air mineral…yang pasti 1 untuk bersama…seru? Pastinya dooonk…tapi sayang Edwin datang telat…bilangnya jam 14 mau jalan dari kampus Budi Luhur tapi sampai jam 4 lewat yang ditunggu gak dateng-dateng..sampe  akhirnya ketika langit semakin mendung, hari semakin sore..sosok Edwin muncul jga…



Perjalanan dilanjutkan menuju Sushi Tei Plaza Indonesia. Naik bus P19 jurusan Ragunan – Tn. Abang serasa naik bus pribadi..kebetulan bus tersebut tidak terlalu penuh jadinya bebas bercanda..Turun di Bundaran HI lalu memasuki Plaza Indonesia. Setelah mendaftar untuk waiting list di sushi Tei, kami mengisi waktu menunggu dengan foto-foto di Bundaran HI… (kesampean juga foto di Bundaran HI..hehehehe) seru banget walalupun harus menahan malu karena diperhatikan oleh orang-orang..tapi ya cuek aja…kegembiraan kami itu dapat mengalahkan rasa malu…


Setelah puas foto-foto di Bundaran HI, waktunya makan di Sushi Tei, saya lupa apa saja yang saya pesan yang pasti enak-enak lah…banyak yang kami pesan…mulai dari Dragon Roll, Chawan mussi, dan sushi-sushi lainnya…so…total makan-makan di Sushi Tei sebesar 264 ribu 600 rupiah…dan perorang sekitar 30ribu rupiah.. masih ada kembalian 5 ribu 400 rupiah…

Perjalanan belum usai sampai disitu… jam 7 malam kami lanjutkan ke kota tua (lagi2 kota tua…bosan tapi gpp kan demi seru-seruan bareng) dengan naik busway seharga 3ribu 500…pertama kali tiba sempet mati gaya..kami Cuma duduk-duduk di batu besar, sementara Ir membeli Ice Cream Durian seharga 5ribu rupiah..Ice cream habis, narsis kami semua kembali muncul…so foto-foto lagi kita…


Jam 9 malam kami memutuskan untuk pulang naik busway. Pepi, Nia dan Utex turun di shelter Harmoni untuk melanjutkan busway ke arah Kali Deres dan Kebon Jeruk. Sementara saya, andin, lita, tity, Edwin dan ir melanjutkan hingga shelter Blok-M. Tiba di Blok-M menuju parkiran motor. Lita menitipkan motor di parkiran BlokM Square..Lita dan Tity pulang dengan menggunakan sepeda motor. Sementara saya, andin, ir, dan Edwin berpisah di melawai.  Andin naik taksi menuju terogong, Edwin naik 69, sementara saya dan Ir naik bus 72 karena kami searah. Benar2 hari yang seru bisa menghabiskan waktu bersama kalian. Next time kami akan ke Sawarna…tunggu cerita saya ya.. ;)

Liburan seru di Pulau Tidung (Bike to Nature n Snorkeling)

13 Jul

Perjalanan ke Pulau Tidung ini, perjalanan yang sudah lama saya dan pepi rencanakan. Mulai dari 15 peserta yang terdaftar hingga akhirnya hanya 9 peserta yang saya sebut dengan “wonderful people” yang berangkat menuju Pulau “wonderlands” Tidung. Team “Wonderful People” tersebut adalah saya (ida), Pepi, Tity, Nia, Nina, Andin, Ir, Ihsan dan peserta terakhir yang terdaftar adalah Edwin (satu hari sebelum hari H, baru saya dan pepi ajak).

ki-ka : iksan, andin, nia, nina, edwin, saya, pepi, tity, ir

…dan inilah cerita kami….

Hari pertama (9 Juli 2010)…

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 lewat 20 menit. Saya dan Tity yang memang bermalam di rumah Pepi segera bergegas untuk meninggalkan rumah dan pamitan kepada orang tua Pepi. Kami naik angkot menuju Grand Tomang (seharga 2ribu rupiah) tempat yang pepi janjikan untuk bertemu dengan supir yang mobilnya akan kami sewa. Tapi ternyata hingga Jam 7 kurang 10 menit, si Aki (supir angkot) yang mobilnya akan kami sewa tidak kunjung datang. Hal ini disebabkan karena jaringan handphone yang error. Kami bertiga memutuskan untuk menyetop angkot ELF untuk kami sewa. Sempat terjadi ketegangan antara saya dan Pepi. Kita be2 dah pasang muka BT se Btnya n alhasil jadi main jutek2an. Setelah menstop angkot jenis ELF kita mulai nego harga dan akhirnya tersepakatilah harga 125rb dengan rute Grand Tomang-MC’D Shinta-Cikokol-Muara Cituis.

Jam 7 lewat 20 kami be3 dan pa supir yang sedang bekerja mengendarai mobil ELFnya (hahahaha…kayak lagu aja) sampai lah di MCD Shinta. Tapi ternyata belum ada tanda-tanda kedatangan dari peserta dan waktunya bagi saya, pepi dan tity untuk menunggu. Saat menunggu, Pepi menuju Alfamart untuk membeli minum + kecap dan saus sambal, sementara saya dan Tity menunggu di mobil. Setelah Pepi kembali, gantian giliran saya dan tity memasuki MCD. Tujuan Tity adalah toilet, sedangkan saya membeli makanan 2 beef burger + kentang goreng. Setelah saya  dan Tity kembali  ke mobil..muncullah temennya nia yang bernama Iksan. Setelah kedatangan Iksan, tidak berapa lama kemudian “Ir” datang, dan jam 8 lewat 5 Nia pun datang. Setelah kedatangan Nia, jam di HP saya sudah menunjukkan pukul 8 lewat 15, maka kami memutuskan untuk menjemput Nina, Andin dan Edwin di perempatan lampu merah PLN Cikokol. Hal ini disebabkan karena Edwin kesiangan, nah dari pada menghabiskan waktu untuk menunggu di parkiran MCd, jadilah kita yang menjemput mereka. Setelah semua berkumpul…perjalanan menuju Cituis pun dimulai. Ternyata perjalanan menuju Muara Cituis lancar…jam 9 lewat kami sudah tiba di Cituis. Pak supir meminta tambahan 5ribu untuk biaya parkir. Hmmm…gapapalah.

Tiba di Cituis kami mencari tempat yang aman dan nyaman untuk menunggu kapal. Maka kami memutuskan untuk menunggu di post Dinas Perhubungan. Waktu kami datang ruangan tersebut masih terkunci, tapi tidak berapa lama kemudian ada seorang Bapak yang kalau tidak salah bernama Pa Dahlan (pegawai dishub) menyambut kami. Bapak tersebut tampak senang menerima kedatangan kami. Kami dipersilahkan menunggu dan diberi kursi. Padahal lesehan pun kami juga tidak apa-apa.

Selama 2 jam kami menunggu, dan menghabiskan waktu dengan main UNO. Seru juga siy. Saat kapal datang kami sangat antusias tapi ternyata kapal tersebut harus bongkar muat barang dahulu. Hmmm…terpaksa menunggu lagi. Walaupun menunggu kami tetap semangat. Mungkin karena masih di awal ya. Jam 12 lewat 40 kami memutuskan untuk menunggu kapal yang sedang bongkar muat di sebuah warung makan. Sementara Ir, ihsan dan Edwin menuju mushola untuk sholat (tapi gak jadi sholat cuma wudhu aja). Jam 1 kami bergegas menaiki kapal. Tapi ternyata kapal masih belum berangkat juga. Masih harus bongkar muat barang. Oya Pa Dahlan sempat menghampiri kapal yang kami tumpangi untuk mengucapkan selamat jalan dan hati-hati. Pa Dahlan juga menitipkan kami kepada kapten kapal agar mengawasi dan menjaga barang bawaan kami. Wah…saya jadi terharu mendapat perhatian dari Pa Dahlan. Jam 1.30 kapal mulai bergerak untuk mengarungi lautan. Dan kami pun memberikan lambaian tangan untuk Pa Dahlan yang berdiri di depan pos Dishub dan pa Dahlan pun membalas lambaian kami.

…Dan penyebrangan pun dimulai…..

Biaya penyebrangan kapal dari Muara Cituis ke Pulau Tidung seharga 20rb rupiah. Biaya penyebrangan yang cukup murah dengan kapal ya seadanya juga. Tapi kami tetap senang. Bahkan di kapal yang penuh sesak itu pun kita tetap bisa berfoto-foto.

Penyebrangan dari Cituis ke Pulau Tidung sekitar 2 jam. 2 jam perjalanan itu kami isi dengan ngobrol. Setelah cape ngobrol kami tertidur. Setelah puas tidur bangun dan kelaparan. Untungnya Pepi sudah menyiapkan cemilan dan aqua. Benar-benar terasa sekali kebersamaan kami,padahal banyak di antara kami yang baru pertama kali bertemu saat itu.

Jam 3.30 kami sampai di Pulau Tidung. Wonderful People di jemput oleh Pa Amsir, dan mengantarkan kami ke rumah Pak Hj. Amid. Kami dapat rumah di Barat. Rumah yang cukup besar dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, 1 ruang serbaguna yang bisa dipakai untuk kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur dan ada ruang untuk sholat. Pertama masuk ke ruang tamu tersebut saya kaget melihat tulisan yang tertempel di dinding. Tulisan tersebut berisi “Janji saya tidak Berzinah” lalu di dinding lain ada tulisan “Doa saya: kutuklah saya jika Berzinah”.  Reflex saya langsung ketawa, karena lucu aja melihat tulisan itu. Tapi itulah yang menjadi bahan lucu-lucuan kami. Kepikiran untuk berzinah aja juga gak kok, secara diantara kami itu tidak ada yang berpacaran.

Jam 4 lewat makan siang kami di antar. Setelah menyantap makan siang dengan menu : nasi, cumi goreng tepung, sayur asem, kerupuk, sambel, buah jeruk dan air kami bergegas untuk mencari sepeda. Saya menghubungi pa Amsir. Pa Amsir bilang, kami boleh menyewa sepeda di tempat lain klo saya dan tim merasa kejauhan untuk mengambil sepeda di tempat pa Amsir di Selatan yang dekat dengan Dermaga. Berkelilinglah kami mencari sepeda. Setelah menemukan tempat penyewaan sepeda, kali ini Ihsan yang nego harga sewa sepeda. Ternyata untuk sewa sepeda kami dapat harga murah. 1 sepeda yang kami sewa seharga 10rb. Dengan jam penyewaan terakhir jam 8 pagi hari sabtu.  Lalu kami menyewa guide local yaitu pa Away untuk membawa kami mengejar sunset.

Team wonderful people sudah mendapatkan sepeda pilihan masing-masing, dan jam 5 pas kami bersepeda mengejar sunset. Seru perjalanan menuju Barat pulau Tidung. Kami harus melewati lapangan, perumahan warga yang masih terbuat dari kayu, hutan, dan terakhir berujung di ujung barat pulau tidung. Dan waktunya berfoto-foto.

pose @barat tidung for sunset

mambooo

6 bidadari for sunset

Setelah puas berfoto-foto kami kembali ke penginapan. Kalau tidak salah pas maghrib kita kembali ke penginapan. Jalanan sudah mulai gelap. Bergegaslah kami. Sampai di penginapan jam 6.30. Kami janjian dengan pa Away setelah sholat isya akan bersepeda lagi untuk membeli Ikan. Setelah sholat maghrib makan malam kami pun datang. Menu makan malam kami yaitu nasi, ayam goreng, tempe goreng, lalap timun, kerupuk, pisang, sambal dan air minum. Harusnya kami memesan sayur sop tapi ternyata sayurnya tidak kunjung datang sampai kami selesai makan. Jam 7 lewat 30 Pa Hj. Amid mendatangi kami. Katanya siy ingin mendata dan mengontrol. Pa Hj. Amid menanyakan kami tentang acara bakar-bakaran. Pa Hj. Amid tidak ingin kami mendapatkan pelayanan yang kurang memuaskan dari rekanan Pa. Amid. Pa Amid menyarankan kami untuk menghubungi Pa Wardi, kalau Pa Wardi tidak sanggup menyediakan ikan, maka kami boleh membeli di tempat lain. Aku sempet melihat Pa Away di tanyai oleh Pa Hj. Amid dan berpesan kepada Pa Away jangan memberikan kami harga yang tinggi dan melayani kami sebaik-baiknya. Intinya Pa Hj. Amid itu care bangetlah sm kami. Beliau tidak ingin kami tidak mendapatkan service yang memuaskan. Setelah Pa Hj. Amid pergi. Kami dan Pa Away bersepeda kembali untuk membeli ikan. Tau ga siy kami itu beli ikannya di rumah ibu Rt. Untuk urusan ikan, saya menyerahkan kepada Nia. Maklum saya tidak mengerti untuk belanja-belanja yang begituan. Kami membeli 2 kg ikan bawal dan 1 kg rajungan. Semua itu dengan harga 130rb. Lumayanlah perbekalan kami untuk bakar-bakaran. Setelah itu kami kembali pulang. Jam 10 malam Pa Away kembali ke penginapan untuk mengajak kami bakar-bakaran di  pinggir pantai. Memang siy tempatnya di pinggir pantai tapi anehnya juga di pinggir lapangan. Tempat bakar-bakaran yang aneh…tapi gapapalah. Di pinggir lapang, di pinggir laut, dibawah langit yang penuh dengan bintang kami pun menggelar tikar. Sambil menanti ikan dan rajungan kami matang. Lagi-lagi kami main UNO di iringi dengan musik-musik pilihan kami. Benar-benar indah malam itu. Ikan dan rajungan kami matang. Menyatap bersama-sama itu lebih nikmat. Sumpah dech ikan dan rajungannya berasa banget enak n lezatnya. Entah karena kelaparan apa karena kebersamaan. Hmmmmm…silahkan pilih…hehehehhe…

Jam 12 kurang kami kembali ke penginapan. Sebelum masuk rumah, janjian dulu dengan Pa Away jam 5 pagi untuk jalan-jalan ke jembatan menuju timur atau lebih tepatnya pulau tidung kecil. Setelah bersih-bersih, sholat isya dan kami pun menuju peraduan. Oya walaupun rumah yang  kami sewa itu cukup besar, tapi tetep loh kita tuch maunya tidur di ruang tamu barengan. Yang cewe-cewe gelar kasur di depan Tv. Edwin dan Ihsan tidur di sofa. Sementara Ir tidur di kamar depan tapi pintunya tidak di tutup.

Hari ke 2 (10 Juli 2010)…

Jam 2 malam saya dan pepi terbangun karena suara Tv. Ternyata TV belum dimatikan. Huh…yang nonton terakhir sapa ya??? Lalu kembali tidur lagi. Jam 3 malam, saya terbangun lagi. Kali ini Pepi dan Tity juga terbangun karena bunyi suara telp dan kami be3 ke gerahan. Ternyata kipas angin yang berada di dekat Tity ada yang mematikan. Setelah kipas angin menyala kembali, ya tidur lagi donk. Jam 4 tiba-tiba Tity bangun dan bilang.. “Ida hujan deres banget, nanti kita gimana jalan2nya?” dan saya pun menjawab “ya..kok hujannya deres banget ya…gimana niy”..pepi pun menjawab “Yaaaaaaaa…hujan”, Nia, andin dan Nina juga terbangun… “Ya kok hujan ya” setelah itu kami pun kembali tertidur lagi. Jam 5 kurang 15 menit saya dan pepi bangun. Menuju kamar mandi untuk wudhu dan sholat subuh. Mengingat-ingat lagi kejadian pas kita bangun…ternyata yang paling kompak bangun saat jam 4 ketika mendengar suara hujan. Tapi anehnya setelah itu kita kembali tertidur pulas.

Jam 5 lewat 20 Pa Away sudah di depan pintu. Kali ini yang bangun kesiangan Edwin. Saya sempet berteriak2 memangil Edwin ketika dia berada di kamar mandi untuk segera bergegas. Setelah keluar semua. Barulah kita melanjutkan bersepeda pagi menuju Timur. Belum lama bersepeda ternyata di bagian paling belakang sepeda Ir mengalami kerusakan. Terpaksa saya, pepi, tity, nina, andin dan Edwin menunggu Ir, nia dan Ihsan untuk menukar sepeda di daerah RW 02. Setelah mereka kembali, kami pun berjalan menuju Timur jembatan tidung besar-tidung kecil.

Jam 6 lewat kami tiba di parkiran sepeda. Memarkir sepeda dan melanjutkan perjalanan menyebrangi jembatan. Udaranya sejuk, pemandangannya bagus, airnya jernih…wah bener2  indah sekali…

menyebrangi jembatan sambil berpose..

pose @ the bridge

hormat merah putih :D

@bridge

tiba di tidung kecil..kami berpose kembali…

keceriaan 6 bidadari cantik @p. tidung kecil

full team...begaya @tidung kecil

Karena sudah jam 7 kami bergegas untuk menuju penginapan.. dan kembali untuk mengambil gambar di jembatan cinta (kata penduduk lokal siy itu namanya jembatan cinta)

a

tapi kami menyempatkan diri untuk minum kelapa muda… kami pun memesan 8 kelapa muda (harga 1 kelapa muda 6ribu rupiah), 1 gelas kopi (seharga 3 ribu rupiah) dan 1 teh manis hangat (seharga 2 ribu rupiah) untuk pa Away…cemilannya tanggo strawberi dan tanggo waffle. Lumayan untuk mengganjal perut di pagi hari.

bike to nature

Jam 7.40 kami kembali menuju penginapan. Tapi sebelumnya kami mengembalikan sepeda di tempat pa Away. Membayar sewa sepeda seharga 90ribu rupiah untuk 9 sepeda dan tips untuk Pa Away seharga 50rb karena telah menjadi guide kami dan membakarkan kami ikan. Jam 8 lewat kami tiba di penginapan..istirahat sebentar, packing dan sarapan pagi. Jam 9 kami meninggalkan penginapan untuk snorkeling.

Di tempat Pa Amsir kami fitting pelampung, sepatu katak dan kacamata. Setelah mendapatkan itu semua aku melunasi pembayaran makan dulu. Makan 4 kali untuk 9 orang seharga 15 ribu rupiah setiap kali makan, dan totalnya sejumlah 540 ribu. Lalu saya juga membayar untuk sewa kapal untuk snorkeling ke pulau payung seharga 300 ribu, dan sewa alat seharga 35ribu rupiah per orang. Seharusnya total yang saya bayarkan untuk sewa alat snorkeling seharga 315 ribu rupiah, tetapi Pa Amsir memberikan potongan 15ribu rupiah. Lumayanlah untuk tambahan makan malam. hehehehehe…

…dan perjalanan menuju pulau payung pun dimulai…

tidak sampai 30 menit kami pun tiba di tempat untuk snorkeling. Kami meminta tukang kapalnya untuk menurukan kami di kedalaman kurang lebih 1 meter, karena banyak di antara kami yang tidak bisa berenang dan harus penyesuaian dulu. Saya pun 10 menit pertama masih mendapat pengawalan dari bapak-bapak yang punya kapal itu, karena saya itu panik banget ya bisa dibilang miss panic under water…hahahahaha…setelah itu saya pun sudah bisa snorkeling sendiri…. hehehehehe

setelah puas bersnorkeling, kami pun kembali ke kapal untuk kembali ke pulau tidung, bersih-bersih dan lanjut pulang. Untuk bersih-bersih kami menumpang di toilet tempat penyewaan alat-alat. 6 bidadari pun mandi bersamaan dalam 1 kamar mandi. sementara yang cowo-cowo hanya ganti pakaian saja. Kembali ke dermaga ternyata kami ketinggalan kapal. Kapal yang ke muara angke sudah berangkat sebelum jam 1 siang. Tapi ternyata masih ada beberapa kelompok yang ketinggalan kapal dan ada kapal yang mau mengangkut kami ke muara angke..kami menunggu di atas kapal, mulai dari main uno, tidur-tiduran, makan pop mie…n akhirnya kami mati gaya menunggu selama 4 jam.

danternyata…. selama hampir 4 jam menunggu,  kapal tersebut tidak bisa menyebrang karena kondisi mesin yang rusak.Wah sempet panik, karena tidak tau lagi harus menginap dimana. Saya kembali menghubungi Pa Amsir untuk minta dicarikan penginapan, dan Pa Amsir bersedia menyewakan rumahnya untuk kami sewa, tapi…belum beberapa lama kami putus asa, ternyata ada kapal dari muara angke yang bersedia menyebrangkan kami. Wah…secercah harapan untuk bisa kembali pulang pun ada. Kami pun segera menaiki kapal. Kapal berangkat dari pulau tidung jam setengah 5. Dan bencana pun datang…saya mabuk laut, semua isi makanan di dalam perut sudah keluar tapi ternyata masih mual juga. Pepi dan Nina setelah muntah mereka bisa tertidur, sedangkan saya tidak bisa. Kalau memejamkan mata rasanya mual sekali. Hmmm..selama 3 jam saya hanya duduk melihat teman-teman yang asyik tertidur, melihat pemandangan laut yang itu-itu aja dan berharap segera sampai ke daratan. Dan setelah menempuh 3 jam perjalanan kapal pun merapat di muara angke. Turun dari kapal kami duduk2 dulu minum segelas teh manis hangat untuk memulihkan kembali kondisi saya. Ya…saya yang paling parah mabuk lautnya… Jam 8 setelah kondisi saya kembali membaik, kami keluar menuju pelelangan ikan. Dan kami pun membeli 2 kg ikan baronang di campur dengan ikan bawal seharga 50rb, 1 kg cumi seharga 25 ribu dan 1 kg udang seharga 45 ribu. Lalu ke rumah makan nusantara untuk makan malam.

@Rm. Nusantara menyantap ikan bakar, cumi goreng tepung n saos padang, udang saos tiram dan saos padang

untuk makan malam kami mengeluarkan biaya 16ribu rupiah perorang. Wah kenyang sekali dan waktunya untuk pulang.

Keluar dari muara angke kami naik angkot menuju grogol seharga 5ribu rupiah perorang. di Grogol kami pun berpisah. Wah sedih sekali berpisah dengan kalian. Nina dan Andin pulang naik taksi menuju bintaro, Pepi Nia dan Iksan pulang naik Taksi menuju Tangerang, sedangkan saya Edwin Ir dan Tity pulang bersama-sama naik Taksi menuju radio dalam dan ciledug.

“Wonderful Holiday with wonderful people in the wonderlands”… sampai jumpa di perjalanan berikutnya ya teman…. :D

Japanese Traditional Festival in Little Tokyo Blok M Ennichisai 2010

7 Jul

Minggu sore, 4 Juli 2010 bosan juga kalau harus menghabiskan liburan di rumah. So…setelah sholat maghrib saya mengajak ibu saya untuk menuju melawai. Mengapa ke Melawai? Karena ada acara “Japanese Traditional Festival in Little Tokyo Blok M Ennichisai 2010”. Hmmm..penasaran juga dengan acara tersebut.

15 menit perjalanan yang harus saya dan ibu tempuh menuju melawai. Tiba di daerah Melawai, saya tertarik sekali melihat pesona lampion, karena banyak sekali lampion yang di gantung di pintu masuk (gate). Ada yang bertuliskan nama, ada juga yang bertuliskan nama perusahaan.

Lampion

Menyusuri area festival, banyak sekali remaja2 yang mengenakan kostum Jepang (cosplay) dan banyak orang baik muda atau tua yang memakai YUKATA atau lebih dikenal dengan nama KIMONO. Selain itu dalam festival Ennichisai terdapat berbagai macam kedai makanan yang menjual makanan khas Jepang mulai dari TAKOYAKI, OKONOMIYAKI, YAKITORI, SUSHI, RAMEN, UDON, dan lain-lain.

Makanan pertama yang saya cicipi adalah Okonomiyaki seharga 20 ribu rupiah.

okonomiyaki

Sambil menikmati Okonomiyaki  saya menyaksikan pementasan Kamen Raider dari panggungyang berukuran kira-kira 18 x 6 meter,  tapi sayang saya dan ibu menyaksikan sudah di menit-menit terakhir.  Setelah pertunjukan Kamen Raider selesai, On! Project tampil menghibur penonton menyanyikan lagu-lagu Jepang. Walaupun saya tidak mengerti tapi cukup menikmatilah sambil menyantap TAKOYAKI seharga 15 ribu rupiah.

takoyaki

Ibuku sudah tampak kelelahan berdiri. Jadi saya mengajak ibu untuk duduk di depan salah satu gedung. Tidak tega meninggalkan ibu duduk sendirian, saya membelikan 1 gelas Lemon Tea seharga 5 ribu rupiah + Udon Seafood  seharga 18 ribu rupiah.

udon seafood

Sementara saya kembali ke tengah untuk menyaksikan pertunjukan dari Teater Enjuku (Teater yang beranggotakan para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar Bahasa Jepang).

Puas dengan pertunjukan Teater Enjuku saya berkeliling area festival lagi dan kali ini saya tidak narsis, tetapi saya mengambil gambar ibu di depan miniatur kuil yang akan di arak keliling area festival atau lebih dikenal dengan acara MIKOSHI.  Melihat orang-orang sibuk menyiapkan MIKOSHI untuk di arak keliling area Ennichisai saya tertarik untuk mengambil gambar keramain tersebut. Dan inilah hasil jepretan saya.

Mama

persiapan mengarak mikoshi part laki2

persiapan mikoshi part wanita

MIKOSHI siap di arak, tetapi saya dan Ibu lebih memilih untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 21.10. Bagi saya sudah cukup menyaksikan Ennichisai 2010 walaupun sebenarnya penasaran dengan acara penutupan dan pesta kembang api. Hmmmm…semoga saja tahun depan Little Tokyo menyelenggarakan Ennichisai lagi ya. :D

Festival Jajanan Bango dan Jak Cloth 2010

6 Jul

Masih di awal bulan Juli niy,ternyata banyak festival yang diadakan tepat di minggu pertama bulan Juli. Seperti billboard yang saya lihat di daerah Radio Dalam ada billboard tentang Jak Cloth 2010 yang dilaksanakan 2-4 Juli di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno. Lalu saya melihat iklan di TV ternyata juga ada festival Jajanan Bango tanggal 3-4 Juli di Plaza Selatan Gelora Bung Karno.

Gak mau ketinggalan dengan 2 festival itu, sabtu sore saya, pepi dan tity menyempatkan untuk mengunjungi Festival Jajanan Bango. Wisata kuliner hari itu dibuka dengan membeli cemilan gorengan yang berada di luar festival jajanan Bango. Pepi membeli 4 buah gorengan yang terdiri dari Cireng, Risol dan Tahu seharga 3ribu rupiah. Masuk ke area festival Jajanan Bango Pepi membeli segelas es doger di stand “ES Cingcau Ciragil” seharga 5 ribu rupiah. Saya dan Pepi duduk sambil menunggu kedatangan Tity. Setelah es habis, ternyata Tity baru turun dari bus. Setelah kehadiran Tity pepi melanjutkan lagi untuk membeli es kali ini es yang dia beli Es Lilin Rasa Coklat di stand “Es Lilin Bandung” harganya 5 ribu juga. Sambil menghabiskan Es lilin kita muter-muterin area festival jajanan bango. Lalu tak lupa juga untuk foto-foto.

Ida dan Pepi

asinan betawi

asinan betawi Ny. Isye

Setelah menghabiskan Es Lilin, kali ini saya yang bertugas membeli makanan. Saya tertarik untuk mencoba Asinan Betawi. Lalu saya membeli 1 porsi Asinan Betawi di stand “Asinan Betawi Ny. Isye”. Harga 1 porsi asinan 13 ribu rupiah.

Asinan itu kita santap bertiga. Cukup mengenyangkan juga.  Tadinya ingin menikmati menu yang lainnya, tetapi perut masih kenyang, jadi kami bertiga memutuskan untuk mengunjungi Jak Cloth 2010 yang berada di Plaza Tenggara, tetapi ternyata tempatnya di pindah jadi di Plaza Timur bersebrangan dengan Circus show yang terletak di Parkir Timur. Hari itu panas dan macet banget di daerah Senayan/Gelora Bung Karno, karena banyak sekali acara di situ. Selain 2 festival tersebut ada juga Pesta Buku Jakarta yang diselenggarakan di Istora Senayan 2-11 Juli 2010, lalu ada Circus Festival Indonesia di Parkir Timur Senayan yang berseberangan dengan Jak Cloth dan ada juga Bobo Fair di JCC. Bisa dibayangkan donk, betapa penuh dan macetnya Senayan hari itu.

Untuk bisa masuk ke arena Jak Cloth 2010 dikenakan biaya 10ribu rupiah untuk HTMnya. Tiket tersebut dapat ditukarkan dengan 1 kotak fruit tea.

tiket masuk Jak Cloth 2010

Hari itu Jak Cloth penuh sekali. Mau pilih-pilih baju jadi susah, padahal ada baju yang saya suka, tapi tidak jadi saya beli karena saya menyerah dengan penuh sesaknya Jak Cloth. Tapi anehnya walaupun penuh, kami tetap bisa mengabadikan foto di area Jak Cloth. Hehehehehe…(here we are…!!!)

Keluar dari Jak Cloth, kami memutuskan kembali untuk memasuki area Festival Jajanan Bango. Melanjutkan kuliner hari itu. Saat mengunjungi dari stand ke stand ternyata hujan turun deras. Dan akhirnya kami bertiga memutuskan untuk makan di Soto Mie Saroja yang harganya 20 ribu rupiah per porsi. Ditemani dengan 2 gelas teh lemon sariwangi. Puas menikmati Soto Mie Saroja ternyata mulut masih ingin mengunyah, maka kami memutuskan untuk membeli  Tahu Slawi dan Tempe Mendoan Jl. Barito seharga 15ribu rupiah untuk  1 porsi (5 buah tempe mendoan dan 5 buah tahu slawi).

Hujan yang mengguyur Jakarta masih cukup deras, tapi berhubung Tity ingin ke toilet, alhasil kita menerjang derasnya hujan untuk mencapai FX. 1 payung bertiga membuat baju kami basah. Setelah bersih-bersih di Toilet FX perjalanan hari itu dilanjutkan dengan belanja di Guardian. Jam pun sudah menunjukkan jam 7 lewat, kami memutuskan untuk pulang. Tapi ternyata bus yang menuju Tangerang cukup lama datangnya, jadi saya dan Tity menemani Pepi untuk menunggu bus yang kea rah Tangerang. Setelah Pepi mendapatkan busnya, barulah saya dan Tity pulang. Cukup melelahkan perjalanan festival to festival  hari itu.

Ramen Sanpachi (Ramen 38)

5 Jul

Yiiiiipppppiiiiiiiieeeeeeeee….dah masuk bulan Juli aja ya? Waktu berlalu begitu cepat banget ya. Hmmmmm… saya punya cerita tentang jalan-jalan kuliner saya lagi niy. Ya tepatnya tanggal 1 Juli, ketika uang gaji baru saja tiba di tangan dan kaki mulai gatal karena tak sabar untuk jalan-jalan, tetapi sungguh malang teman-teman dekat saya seperti” Pepi the Explorer” tidak bisa menemani karena jarak yang memisahkan kita (lebay sangat..) dan teman berkelana saya yang lain yaitu “dini” tidak bisa menemani juga karena kejamnya pekerjaan. Alhasil tadinya saya ingin langsung pulang kerumah, tetapi ternyata bunyi sms mengagetkan saya di tengah jalan ketika bus yang saya tumpangi berada di lampu merah ulujami sebelum cipulir. Dan sms tersebut berisi “Da, sampachi ramen yuuk!” yang di kirim oleh seorang sensei yang belakangan sering menemani saya untuk berwisata kuliner. Tidak lain dan tidak bukan dia adalah “Sensei Prisda”. Teringat kalau saya dan Prisda San mempunyai list restaurant yang cukup banyak dan belum sempat kami kunjungi. Tanpa pikir panjang dan lebar, saya memutuskan untuk menerima ajakan tersebut.

20 menit kemudian, saya sampai di TKP yaitu di gedung kamome yang berada tidak jauh dari taman barito atau lebih lengkapnya Jl. Melawai Raya 189B. Ternyata saya sampai 10 menit lebih cepat dari waktu yang kita sepakati. Menunggulah saya di pintu masuk. Ternyata Prisda San telat katanya siy macet. Saya disarankan untuk masuk dan keliling dulu di dalam, tetapi pas saya masuk, Kamome gedungnya sempit, jadi yang saya tuju adalah Toilet. Setelah dari Toilet masih bingung mau kemana lagi sementara Prisda San belum sampai juga, alhasil saya menunggu kembali di depan pintu berharap Prisda San segera datang. Kira2 15 menit saya menunggu dan akhirnya ada titik cerah dari sebuah Taksi berwarna putih, turunlah Prisda San. Akhirnya penantian saya selesai juga.

Perjalanan dilanjutkan menuju lantai 2 gedung Kamome, yaitu Sampachi Ramen (38 Ramen). Restaurantnya  cukup kecil dan terkesan panas. karena pendingin ruangan cuma ada 1 dan selebihnya memakai kipas angin.

Ramen 38 tampak depan

Ramen 38 sisi dalam

saya masih bingung ramen apa yang harus saya pesan. Inginnya mencoba ramen yang dingin, cuma Prisda San bilang tidak terlalu enak.  Btw, jangan heran jika Anda bingung saat membaca menu. Selain menu ramen, masih banyak sederet menu lain seperti yaki gyoza, shumai, wantan soup, kani shumai, maboh don, tenshin don, dan lainnya. Untungnya, pihak restoran menglasifikasi menu-menu makanan yang halal dan yang non-halal (mengandung babi). Klasifikasi tersebut berupa simbol warna pada setiap menu makanan. Warna merah berarti mengandung babi, warna kuning berarti Anda dapat mengganti komposisi makanan tersebut dengan babi, dan warna biru berarti makanan tersebut sama sekali tidak mengandung babi. Selain itu, untuk beberapa menu—pada ramen khususnya—Anda dapat menentukan tingkat kepedasan makanan dengan range 1-10. Semakin tinggi angkanya, tentu semakin pedas.

Setelah berbingung ria, akhirnya saya meminta rekomendasi dari pelayan dan saya  mendapat rekomendasi dari pelayan katanya menu terfavoritnya adalah Jigoku Ramen.

Menu Ramen From Hell

Saya tertarik untuk mencobanya. Apalagi ada pilihan level untuk tinggat kepedasannya. Saya memesan Jigoku Ramen Level 2 Halal. Sedangkan Prida San memesan Ramen yang full telur, saya lupa namanya dan tentunya Halal. Setelah menunggu beberapa menit, pesanan kami pun  datang.

Jigoku Ramen (Ramen from Hell)

Ramennya Prisda San

Dengan porsi yang sangat besar saya tidak yakin untuk menghabisinya, tetapi Prisda San meyakini saya kalo tidak habis dia yang akan menghabiskannya. Saya meminta Prisda San untuk mencoba menu yang saya pesan, dan saya agak kaget ketika dia bilang “Aduh da…ini pedes banget.” wah langsung parno lah saya, secara saya tidak suka rasa pedas (gak suka pedas tapi sok2an pesen jigoku ramen..hehehehehe). Setelah mencobanya…ternyata beneran pedes…langsung gatal dech kulit kepala kalau makan pedas. Tetapi untuk mengakali itu semua, kita meminta mangkok tambahan untuk meracik kedua ramen tersebut sehingga saya dan Prisda San bisa menikmati ramen tersebut.

Oya harga dari seporsi Jigoku ramen seharga rp. 50.000,- dan Ramen yang Prisda San pesan juga sama. Worth it lah harga dan porsi. Saran saya kalau kalian mau kesana, apalagi tidak bisa makan banyak lebih baik 1 porsi untuk dimakan berdua karena porsinya cukup besar dan mengenyangkan. Hmmm…tertarik mencoba ramen from Hell?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.