Archive | August, 2010

Ada cinta di Sawarna

13 Aug

Sawarna memberi kesan yang indah kepada kami…meninggalkan sejuta kenangan…dan kenangan itu adalah CINTA…ada cinta di Sawarna…

Check this out gals…

Ada cinta di Sawarna

Cinta itu indah…Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Katakan cintamu

Ketika cinta dihadapkan oleh dua pilihan…siapakah yang akan kau pilih…aku atau dia??…

ketika cinta harus memilih

Triangle love atau kata orang cinta segitiga yang terkadang membuat pusing kepala insan manusia yang sedang dilanda jatuh cinta. ini kisah cinta antara aku, kau dan sahabatku…

cinta segitiga

cinta terlarang diantara personel 7 wonders..

cinta terlarang part 1 :D
Cinta terlarang part 2

Cinta bukan hanya sesama insan manusia saja…tapi ada juga cinta sesama makhluk hidup ciptaanNya…ya inilah kisah Pecinta binatang..

pecinta binatang

dan inilah para pejuang cinta…

ki-ka : edwin, ida, asung, pepi, ir, lan, bayu

Bagaimanakah kisah cinta the 7 wonders? Akankah mereka menemukan cinta sejati?? ya…hanya waktu yang bisa menjawabnya… :D



Sawarna Part-2

9 Aug

Lanjutan Sawarna part-1 niy…

Hari ketiga, Minggu 1 Agustus 2010

Bangun jam 5 pagi…sholat subuh dan menikmati bakwan goreng + teh manis hangat…wah nikmatnya pagi ini…lalu jam 5.30 jalan-jalan pagi. Harusnya di jadwal jam 5 pagi, tapi berhubung si 4 cowo itu bangunnya pada susah plus lelet pula..akhirnya jam 5.30 baru keluar dari rumah dech… Melewati sawah pagi-pagi udaranya seger bener. Saya, Asung dan Ir jalan begitu cepat mengikuti guide yang paling depan. di posisi tengah ada Lan dan bayu, sedangkan di paling belakang ada guide ke 2 yang bernama erik bersama pepi dan edwin. Setelah melewati sawah..melewati perkampungan dan bukit-bukit. Udaranya beneran seger dech..tapi berhubung jalannya terlalu terburu-buru karena mau mengejar sunrise alhasil pas di atas bukit saya terbatuk-batuk + agak susah nafas. sayang gak ada yang bawa minum alhasil hilang sendiri dah tuch batuknya. Setelah menuruni bukit..terdengar juga suara ombak dan sampailah kami di Lagun Pari. Pemandangan di Lagun Pari gak kalah indah di banding pantai Ciantir. Pasir yang putih, ombak yang tinggi wah…bagus banget lah…apalagi di nikmati pagi hari..Gak kapok harus jalan cepet naik turun bukit dan akhirnya menemukan pemandangan indah.

asung dan adiknya di tengah sawah pagi hari
Pe n Ida @Lagun Pari
ida, ir, pe dan Lan in action @Lagun Pari
pantai Lagun Pari yang indah
warna warni Lagun Pari

Setelah puas foto-foto di Lagun pari..kita jalan menyusuri pantai dan tibalah di Karang Taraje…keren loh tempatnya…Photo session pun dimulai…

ida @karang taraje
Bayu ngeblend kayak boyband @Karang Taraje
pose 7 wonders @Karang Taraje
lagi2 pose @karang taraje

Setelah puas di Karang Taraje kami kembali menyusuri Pantai Lagun Pari untuk menuju Pantai Tanjung layar…pemandangannya indah seperti ini…

ida n pe @akar pohon

burung di tengah pantai

kami lelah..butuh minum haus banget karena perjalanan jauh. Guide kami erik memanjat pohon kelapa. Dengan cepat Erik sudah sampai di atas pohon dan memetik 9 buah kelapa. Sumpah kelapanya enak banget. airnya seger banget dan agak dingin, seperti di kasih es gitu. Itu kelapa terenak yang pernah saya minum. Teman-teman saya yang lain pun juga merasakan yang sama…itu kelapa terenak.

Ir dan 2 kelapa terenak..
2 guide kami…menyiapkan kelapa terenak yang pernah kami minum.. :D

menikmati kelapa

puas minum kelapa..kami melanjutkan menuju Pantai Tanjung Layar. perjalanan menuju Tanjung Layar seperti biasa mendapatkan pemandangan bagus tentunya..so check this out..

masih di Laguna Pari menuju Tanjung Layar
Mirip Tanah Lot ya?

Tanjung Layar dari kejauhan

dan setelah perjalanan panjang dari Karang Taraje akhirnya sampai juga di Tanjung Layar…yippppiiieee…waktunya istirahat menikmati jajanan di pinggir Tanjung layar. pagi-pagi kami dah ngerujak euy..padahal belum sarapan…hehehehehe

Tanjung Layar

Ngaso sejenak @Warung Tanjung Layar
7 Wonders @Tanjung Layar

Bersama bule yang mirip Piero… :D

Setelah puas di Tanjung Layar kami melanjutkan perjalanan menuju Homestay. Sesampainya di Homestay kami sarapan tapi sarapannya jam 11 siang. Setelah itu mandi, packing, sholat zuhur dan waktunya pulang kembali ke Jakarta. Oya untuk harga Homestay kami dikenakan biaya Rp. 80.000/orang sudah termasuk makan 3x, kelapa muda, cemilan, teh dan kopi. Makanannya lumayan enak kok, terutama sambalnya. Ibu-ibu pemilik rumah juga ramah. Tapi sayang kamar mandinya cuma satu, jadi harus antri. Hehehehehe…

7 wonders @di depan Homestay

Perjalanan menuju Jakarta terasa begitu lama, karena kami sempat mampir di AlfaMart Rangkas untuk membeli minum, es krim dan cemilan + numpang pipis..lalu sempet juga mobil overheat di daerah ciujung dan akhirna jam 6 sore kami memutuskan untuk mampir di warung bakso Arema Malang untuk makan.

7 Wonders @Warung Bakso Arema Malang

lalu perjalanan dilanjutkan menuju jakarta. Tapi di lampu merah arah mau menuju permata hijau mobil berhenti lagi. Lagi-lagi karena overheat. Lanjut lagi dan di lampu merah radio dalam mobil overheat lagi. Oh Tuhan…perjalanan tinggal sedikit lagi tapi eh tapi musibah datang. Alhasil di Lampu merah Radio Dalam kami berpisah. Ir jalan kaki menuju kos. Bayu, Lan, Asung dan Edwin naik taksi. Saya masih ikut di mobil itu sampai lampu merah H.Nawi. Hmmm…hari yang melelahkan tapi menyenangkan..

Next trip kemana lagi ya???

Rincian biaya ke Sawarna untuk 7 orang niy :

  1. Sewa mobil APV 2 hari => 700.000
  2. Bensin=> 175.000
  3. Tol pergi => 15.000
  4. Penginapan + makan (8 x 80.000)  =>  640.000
  5. Masuk Sawarna (8 x 2.000) => 16.000
  6. Masuk dan Guide Goa Lalay =>  25.000
  7. Jajan => 57.500
  8. Guide Sawarna => 100.000
  9. Retribusi parkir=> 15.000
  10. Bensin pulang=> 120.000 (nambah karena tadinya mau anter tiap peserta smpai rumah masing2)
  11. Pulsa =>  10.000 (untuk telp homestay dan supir)
  12. extra time 3 jam =>  100.000
  13. Pungli jalan =>    5.000
  14. Tol serang =>    13.500
  15. Mie ayam + aqua gelas supir=>    9.500
  16. Tol Karang tengah (2x lewat @4.000) => 8.000

Total Pengeluaran => 2.009.500 / 7 orang = 287.071 atau dibulatkan 290.000

Sawarna – Part 1

8 Aug

Setelah pulang dari Pulau Tidung, sepertinya saya “ketagihan” dengan yang namanya jalan-jalan ala “Backpacker”. So…saya searching tempat-tempat wisata yang bagus, maka muncullah ide untuk mensearch keyword “SAWARNA”.. dan ternyata yang saya temukan adalah sebuah desa yang indah terletak di propinsi Banten. Banyak tempat wisata yang masih alami disana, belum terjamah dan eksotis.

Tidak butuh waktu yang lama bagi saya dan pepi untuk menyusun anggaran biaya dan itinerary. Dengan kegigihan kami be-2 mencari informasi tentang sawarna dalam waktu 3 hari “buku kecil” perjalanan goes to Sawarna pun berhasil di rilis. kami be2 diskusikan dengan team “Wonderful People” di Sushi Tei. Banyak yang tertarik, tapi pas hari H banyak yang tidak bisa ikut. Hanya 4 orang diantara team “Wonderful People” yang bisa ikut ke Sawarna yaitu saya, pepi, edwin dan Ir. Tadinya saya dan pepi sempat ragu karena banyak yang mundur, tapi dengan keyakinan dan niat yang sangat kuat menuju Sawarna, akhirnya terjaring 3 orang baru yaitu Bayu, Asung dan di menit2 terakhir Bayu berhasil mengajak Wulan untuk bergabung. Wah…senangnya…

….dan inilah cerita perjalanan the 7 Wonders…

Hari pertama, Jum’at 30 Juli 2010

Pukul 18.45 WIB saya janjian dengan Ir di Shelter Busway Pondok Indah. Setelah membeli tiket busway seharga 3.500 rupiah, saya dan Ir menunggu busway..cukup lama malam itu saya menunggu busway. Jam 19.10 saya baru bisa menaiki busway menuju Shelter Kebayoran Lama. Di Shelter Kebayoran Lama Bayu sudah menanti kami. Jalanan agak macet malam itu. Ya mungkin karena weekend. Perjalanan kami lanjutkan menuju Shelter Grogol, karena kami janjian dengan Edwin di sana. Belum sampai 5 menit kami menunggu, busway yang ditumpangi Edwin pun datang dan perjalanan menuju Shelter Kali Deres pun kami lanjutkan. Setelah sampai di Terminal Kali Deres kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan “Angkot” jurusan Kali Deres – Sukabumi seharga 4.000 rupiah. Kami turun di RS. Sari Asih Sangiang dan melanjutkan perjalanan kami lagi dengan angkot menuju Cluster Alamanda seharga 2.000 rupiah. Dan setibanya di rumah Pepi…kami dihidangkan mie goreng sebagai makan malam. Transfer foto liburan Pulau Tidung, foto2 di kamar atas rumah pepi dan bercerita2..Pukul 23.30 Wulan tiba di rumah Pepi.. dan kami menghabiskan malam itu dengan bermain UNO sampai jam 00.00. Setelah bersih-bersih diri, perkenalan dengan Wulan (saya dan Pepi baru malam itu berkenalan dengan Wulan) kami be-3 pun tertidur.

dirumah pepi
ki-ka : bayu, edwin, saya, pepi, ir (minus asung dan Lan)

Hari kedua, Sabtu 31 Juli 2010

Jam 5.00 kami sudah siap. Asung pun tiba di rumah pepi tepat pukul 5.10, tetapi mobil yang kami sewa belum datang. Jadi kami sarapan. Setelah mobil datang, Jam 6 kurang kami siap-siap berangkat. Setelah berpamitan dengan Mami Lina dan Papi Muslih (orang tua pepi) kami pun berangkat menuju Sawarna. Perjalanan menuju Sawarna pagi itu kami lewati dengan melanjutkan tidur di mobil. Sempat beberapa kali, Pa Supir bingung jalan mana yang harus di tempuh, tidur saya pun jadi tidak tenang. Perjalanan Tangerang – Rangkas – Malimping menghabiskan waktu hampir 3,5 jam dengan jalan berkelok dan agak jelek. Setelah sampai Malimping kami harus meneruskan perjalanan menuju Bayah. Di pertigaan terminal Bayah kami di jemput oleh orang dari “Homestay Widi” untuk menunjukkan jalan ke Sawarna. Jam 11 kurang 15 kami pun tiba di desa Sawarna.

Untuk memasuki desa Sawarna, akses jalan yang harus  kami lalui adalah Jembatan Gantung. Diujung jembatan gantung desa Sawarna ada pos siskamling yang meminta retribusi perbaikan jembatan sebesar 2.000 rupiah/orang. Setelah itu kami menuju Homestay Widi. Tapi karena Homestay Widi penuh jadi kami dialihkan ke rumah saudaranya Pa Widi. Tidak jauh dari Homestay Widi. Ada 2 kamar yang bisa kami gunakan untuk kami menginap. Kamar depan untuk 4 lelaki (ir, asung, bayu dan edwin), sedangkan kamar yang tengah untuk 3 wanita (saya, pepi dan wulan). Baru datang saja kami sudah disuguhkan cemilan keripik pisang dan manisan pepaya. Rasanya enak, karena kami sedang kelaparan. Makan siang masih 1 jam lagi, karena nasi belum matang. Jadi kami foto-foto dulu di ruang tamu.

pose @jembatan gantung desa sawarna
@homestay sawarna

Jam 12 kurang makanan matang. kami menyantap makan siang, setelah itu kami sholat zuhur. Setelah sholat zuhur perjalanan caving ke Goa Lalay pun dimulai. Pertama kami harus melewati jembatan gantung yang pertama kali kami lewati, lalu melewati jalan raya dan sempat saya dan pepi mengabadikan gambar kami di depan kantor kepala desa sawarna.

pepi dan saya di depan kantor kepala desa

Setelah itu masuk kembali ke dalam perkampungan dan  perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan sawah yang indah. Hijau bener euy. Lalu kami harus melewati jembatan gantung lagi. Ada kejadian lucu waktu mau menaiki jembatan gantung, saya dan pepi kejedot tali jembatan. Sakit banget euy dan sempat meninggalkan tanda kemerahan di jidat. Melewati jembatan gantung kembali merasakan pusing.

ditengah sawah
jembatan gantung menuju goa lalay

Setelah itu kami melewati kuburan. Agak takut juga waktu melewati kuburan. Tapi saya yakin, mereka tidak akan mengganggu kami. Kami hanya menumpang lewat. hehehe… Setelah itu tibalah kami di mulut goa. Mulut goanya agak kecil tapi gpplah.. Dan caving pun dimulai. Dengan berbekal 4 senter sebagai cahaya penerangan kami. Perjalanan pun dimulai. Amazing melihat stalaktit di dalam goa. Stalaktit yang paling atas di penuhi oleh kelelawar. Jalanan di dalam goa berlumpur dengan kedalaman air setinggi betis hingga dengkul. Setelah puas caving di dalam goa, kami pun kembali menuju jalan keluar. Keluar dari goa pakaian kami sudah kotor dengan lumpur. Setelah bersih-bersih kami pun keluar dari goa.

pe-ir-ida di depan goa lalay
aksi di dalam goa lalay
saya bersama 4 cowo edan… :D

6 jagoan @Goa Lalay

Keluar dari goa, kami dimintai biaya retribusi masuk goa sebesar 2.ooo rupiah/orang, dan kami memberikan 10ribu rupiah untuk 1 orang guide yang menenami kami masuk ke dalam goa,  dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan kembali ke homestay. Melewati jembatan gantung dan sungai. Bayu dan Asung mengajak kami untuk bermain di Sungai. Turun dari jembatan gantung saya cukup antusias untuk bermain di sungai, tetapi ketika sudah di dalam sungai, sendal sebelah kanan saya hanyut. Huuuuuuuhhh…langsung berubah jadi BT dech. Ir sempat ingin meminjamkan sendalnya untuk saya, tapi saya menolak. Saya sedih…sendal kesayangan saya hanyut. Tidak berapa lama saya naik ke daratan, ternyata Pepi menemukan sendal saya. Huaaa…senang sekali. Ir mengambilkan sendal saya. Huaa…gak jadi BT dech. hehehehehe…

bayu dan Asung bermain di sungai

Perjalanan cukup melelahkan karena kami tidak membawa air minum. Mampir ke warung untuk membeli 1 kaleng pocari sweat.

beli pocari sweat + update status sinyal kuat... :) )

Setelah itu kembali ke penginapan. Lagi dan lagi kami harus melewati jembatan gantung. kembali berpusing-pusing kembali. Setelah sampai penginapan seger banget minum kelapa muda. Sampai-sampai saya gak rela untuk melepaskan kelapanya itu.. After melepas lelah di homestay..kami menuju pantai Ciantir. Letaknya tidak jauh dari homestay. Hanya jalan kaki 5-1o menit kita sudah berada di Pantai Ciantir. Wow…pantai yang indah dengan pasir putih dan ombak yang tinggi cocok banget kalau untuk surfing. Tapi sayangnya kami semua gak ada yang bisa surfing…jadi ya main-main air aja dech sambil menunggu sunset.

3 wanita @pantai ciantir

pantai ciantir

sunset @pantai ciantir

saya, Pepi dan Lan meninggalkan pantai kembali ke homestay untuk bersih-bersih, sholat maghrib, istirahat dan makan malam. Sedangkan 4 lelaki itu…sepertinya kembali ke homestay after maghrib.

Malam hari setelah makan malam kami main UNO bersama di ruang tamu. Jam 9 malam, kami berencana untuk membeli bakso dan keliling kampung. Kali ini Bayu tidak ikut serta, dia memilih untuk tidur di homestay. Tetapi belum setengah perjalanan kami sudah balik arah. habis jalanan gelap banget karena tidak ada penerangan di jalan raya. Kami kembali menuju perkampungan sawarna…membeli 3 POP MIE, 2 kaleng SPRITE dan 1 kaleng POCARI SWEAT, 1 kartu REMI untuk kami nikmati di pinggir pantai.

pop mie + sprite

menikmati pop mie

main remi euy

Main Remi sambil menikmati POP MIE di suasana gelapnya malam di iringi suara deburan ombak seru-seru gimana gitu, lalu dilanjutkan dengan sesi curcol tentang kehidupan cinta masing-masing. Jarang-jarang moment kayak gini ada di jakarta. Tepat jam 11 kami kembali ke penginapan dan langsung tidur. hehehehe

berhubung ceritanya masih panjang…lanjut ke Sawarna – Part 2 ya…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.