I am Number Four

25 Apr

Tiba-tiba pagi ini tertarik banget untuk ngeblog… Ini karena hasil jalan-jalan Sabtu sore kemaren waktu begaol di PIM…(halah..halah..begaul..macam anak ABG aja..hehehehehe)

Waktu keliling-keliling Gramedia, saya menemukan buku “I am number Four” dengan Tag Line nya “No 4 adalah pahlawan bagi generasi ini” trus iseng-iseng saya foto dech tuh sampul bukunya.. walaupun  tuh buku sebenernya udah di buat versi film siy.. dan entah kenapa waktu tuch film keluar di bioskop saya tidak tertarik untuk nonton.. mungkin karena  Genre film tersebut adalah fiksi ilmiah berkisah tentang makhluk alien.. Nah yang diceritakan di buku dan film itu adalah makhluk alien no 4 yang bernama John Smith. .

ini rangkuman tentangg I am Number Four :

“Kami ada di antara kalian, di kota kalian, menjadi tetangga kalian, tersamar.

Menunggu hari, saat kami saling bertemu, untuk bertempur terakhir kalinya.

Bila kami menang, kalian akan terselamatkan. Bila kami kalah, semua akan musnah.

Sepuluh tahun lalu, sembilan anak dilarikan dari planet Lorien yang hancur karena perang. Masing-masing anak itu disembunyikan di berbagai tempat di bumi agar terhindar dari musuh bebuyutan mereka yang kejam, Kaum Mogadorian. Kini satu persatu anak itu terbunuh, sesuai urutan nomornya. Satu. Dua. Tiga. Dan John Smith adalah Nomor Empat.

Namun, John Smith sudah lelah berlari. Di Paradise, Ohio, dia menemukan teman baik dan cintanya. Untuk pertama kalinya ada seorang sahabat, Sam, yang mau menerima ia apa adanya. Dan Sarah, tambatan hatinya. Sarah, yang membuat John mendapatkan kekuatan untuk berjuang dan tak hanya pasrah menjadi buruan.

John tak ingin lagi lari, dia akan melawan. Namun untuk melawan ia harus mengembangkan kekuatannya, Pusaka Lorien, atau Mogadorian akan membantainya. Berhasilkah John mengalahkan kaum Mogadorian? Ataukah John harus hidup diburu, selamanya? Ikuti kisah heroik pelarian Planet Lorien yang diklaim sebagai The Next Twilight Saga ini!

Pittacus Lore adalah Tetua penguasa Planet Lorien. Selama dua belas tahun terakhir dia tinggal di Bumi, mempersiapkan pertempuran yang akan menentukan nasib Bumi. Keberadaannya hingga kini belum diketahui.”

Ok..lupakanlah tentang John Smith.. sekarang kita bahas tentang saya.. ada keterkaitan apa antara saya dan number 4?

Begini pembahasannya..(halah…halah… sok di bahas.. :D) entah mengapa saya suka banget dengan angka atau nomer 4..mengapa? karena saya dilahirkan tanggal 4 dan saya merupakan anak ke 4, lalu setiap kali beli sesuatu yang ada unsur-unsur numerical saya selalu memilih 4. Mungkin itu cuma suatu kebetulan saja..

Ok sekarang kita harus cari tau dech filosofi atau pesona dari angka 4.. ini hasil googling saya tentang angka 4..

 PESONA ANGKA 4

 
4 laksana kotak kotak. diam pada tempatnya
4 laksana meja meja. bergeming pada posisinya
4 laksana kaki kaki kuda. kokoh. kuat. mantap
4 laksana medan percaturan bidak bidak. tepat. terarah

diam diam
seksama
akurat
melesat

diamnya emas. tiada cemas
segala rupa. disimpan diam diam
sampai pada saatnya. hantam!
segalanya digengam!
tiap tiap jiwa berselubung 4 adalah diam seksama
dia jiwa berselubung 4
maka dia diam seksama
diam. diam. diam. diam. hatinya menggenggam

lalu ada lagi niy tentang makna angka menurut fengshui :
“Angka 4 atau disebut Bintang seksi, angka ini adalah angka puitis dan romantis. Memajukan pendidikan, karya tulis. Bintang ini disebut juga dead star tidak terlalu menguntungkan pada periode 8 dan 9 yang akan datang. Dalam feng shui bintang terbang angka 4 menciptakan stress pada mental. Lumayan kalau bergabung dengan white star. Tapi membuat pertumbuhan dalam hubungan percintaan kalau terbang ke barat daya.”
(sumber : http://www.indospiritual.com/artikel_makna-angka-menurut-feng-shui.html )
Nah ini ada sisi buruk dari number 4 :

-Angka 4 itu adalah simbol kematian. Wuih, serem aja ya! 4 bisa disejajarkan dengan huruf D yang merupakan huruf ke-4 dalam Alphabet. Dan, D adalah huruf awal dari kata “Death” atau “Die”.

-Angka 4 bisa berasal dari penjumlahan bilangan sial 13; 1 + 3 = 4.

-Dalam bahasa Tionghoa atau China – angka 4 itu jika diucapkan, pelafalannya bisa berbunyi “kematian”. Makanya banyak gedung-gedung bertingkat yang tidak ada lantai 4 nya..(kalau pemiliknya orang Tiongkok)

hmmmmmm….jadi ya boleh percaya atau gak dech sisi baik dan sisi buruknya.. yang penting mah ambil sisi baiknya aja ya..sisi buruk buang jauh2 aja dech…hehehehehe
kalo John Smith sang number 4 adalah alien… saya??? saya sang number 4 adalah Paridah dan manusia kok.. 😀

2010 in review

3 Jan

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 8,600 times in 2010. That’s about 21 full 747s.

In 2010, there were 12 new posts, growing the total archive of this blog to 48 posts. There were 152 pictures uploaded, taking up a total of 123mb. That’s about 3 pictures per week.

The busiest day of the year was September 30th with 161 views. The most popular post that day was Implikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Dunia Pendidikan.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were search.conduit.com, lowongankerjamu.com, google.co.id, facebook.com, and start.facemoods.com.

Some visitors came searching, mostly for implikasi perkembangan teknologi komunikasi, tanjung lesung, ilalang, implikasi teknologi komunikasi, and contoh website implikasi perkembangan teknologi komunikasi.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Implikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Dunia Pendidikan June 2008
10 comments

2

etiket kantor June 2008
2 comments

3

Pantai Tanjung Lesung December 2008

4

Liburan seru di Pulau Tidung (Bike to Nature n Snorkeling) July 2010
2 comments

5

Ramen Sanpachi (Ramen 38) July 2010
2 comments

apa yang difikirkan ibu???

16 Sep

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya ” itu burung apa yg berdiri disana ??”
“Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
“Itu yang warna putih burung apa?”
sdikit kesal anaknya menjawab ” ya bangau mama?…”

Kemudian ibunya kembali bertanya
” Lantas itu burung apa ?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang…

Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja!..emanknya mama gak liat dia terbang!”

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan..”Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentak ku 2 kali..”

Si anak terdiam…dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2 krn sorga berada di telapak kaki Ibu.

Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.
Dan teruskan kpd Org2 yg perlu membaca renungan ini.

*Pernah kita ngomelin Dia ? ‘Pernah!’ :s

*pernah kita cuekin Dia ? ‘Pernah!’>:/

*pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan?

‘nggak!’:/

* sebenernya apa yg dia fikirkan ?

‘Takut’:(

-takut ga bisa liat kita senyum , nangis atau ketawa lg.

– takut ga bisa ngajar kita lagi

Semua itu karena waktu Dia singkat..

Saat mama menutup mata , Ga akan lg ada yg cerewet. 😦

Saat kita nangis manggil2 dia , apa yg dia bales ?

‘Dia cuma diam’:(

Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata : “anakku jgn nangis,mama msh di sini. Mama msh syg kamu.”:(

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ada cinta di Sawarna

13 Aug

Sawarna memberi kesan yang indah kepada kami…meninggalkan sejuta kenangan…dan kenangan itu adalah CINTA…ada cinta di Sawarna…

Check this out gals…

Ada cinta di Sawarna

Cinta itu indah…Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Katakan cintamu

Ketika cinta dihadapkan oleh dua pilihan…siapakah yang akan kau pilih…aku atau dia??…

ketika cinta harus memilih

Triangle love atau kata orang cinta segitiga yang terkadang membuat pusing kepala insan manusia yang sedang dilanda jatuh cinta. ini kisah cinta antara aku, kau dan sahabatku…

cinta segitiga

cinta terlarang diantara personel 7 wonders..

cinta terlarang part 1 😀
Cinta terlarang part 2

Cinta bukan hanya sesama insan manusia saja…tapi ada juga cinta sesama makhluk hidup ciptaanNya…ya inilah kisah Pecinta binatang..

pecinta binatang

dan inilah para pejuang cinta…

ki-ka : edwin, ida, asung, pepi, ir, lan, bayu

Bagaimanakah kisah cinta the 7 wonders? Akankah mereka menemukan cinta sejati?? ya…hanya waktu yang bisa menjawabnya… 😀



Sawarna Part-2

9 Aug

Lanjutan Sawarna part-1 niy…

Hari ketiga, Minggu 1 Agustus 2010

Bangun jam 5 pagi…sholat subuh dan menikmati bakwan goreng + teh manis hangat…wah nikmatnya pagi ini…lalu jam 5.30 jalan-jalan pagi. Harusnya di jadwal jam 5 pagi, tapi berhubung si 4 cowo itu bangunnya pada susah plus lelet pula..akhirnya jam 5.30 baru keluar dari rumah dech… Melewati sawah pagi-pagi udaranya seger bener. Saya, Asung dan Ir jalan begitu cepat mengikuti guide yang paling depan. di posisi tengah ada Lan dan bayu, sedangkan di paling belakang ada guide ke 2 yang bernama erik bersama pepi dan edwin. Setelah melewati sawah..melewati perkampungan dan bukit-bukit. Udaranya beneran seger dech..tapi berhubung jalannya terlalu terburu-buru karena mau mengejar sunrise alhasil pas di atas bukit saya terbatuk-batuk + agak susah nafas. sayang gak ada yang bawa minum alhasil hilang sendiri dah tuch batuknya. Setelah menuruni bukit..terdengar juga suara ombak dan sampailah kami di Lagun Pari. Pemandangan di Lagun Pari gak kalah indah di banding pantai Ciantir. Pasir yang putih, ombak yang tinggi wah…bagus banget lah…apalagi di nikmati pagi hari..Gak kapok harus jalan cepet naik turun bukit dan akhirnya menemukan pemandangan indah.

asung dan adiknya di tengah sawah pagi hari
Pe n Ida @Lagun Pari
ida, ir, pe dan Lan in action @Lagun Pari
pantai Lagun Pari yang indah
warna warni Lagun Pari

Setelah puas foto-foto di Lagun pari..kita jalan menyusuri pantai dan tibalah di Karang Taraje…keren loh tempatnya…Photo session pun dimulai…

ida @karang taraje
Bayu ngeblend kayak boyband @Karang Taraje
pose 7 wonders @Karang Taraje
lagi2 pose @karang taraje

Setelah puas di Karang Taraje kami kembali menyusuri Pantai Lagun Pari untuk menuju Pantai Tanjung layar…pemandangannya indah seperti ini…

ida n pe @akar pohon

burung di tengah pantai

kami lelah..butuh minum haus banget karena perjalanan jauh. Guide kami erik memanjat pohon kelapa. Dengan cepat Erik sudah sampai di atas pohon dan memetik 9 buah kelapa. Sumpah kelapanya enak banget. airnya seger banget dan agak dingin, seperti di kasih es gitu. Itu kelapa terenak yang pernah saya minum. Teman-teman saya yang lain pun juga merasakan yang sama…itu kelapa terenak.

Ir dan 2 kelapa terenak..
2 guide kami…menyiapkan kelapa terenak yang pernah kami minum.. 😀

menikmati kelapa

puas minum kelapa..kami melanjutkan menuju Pantai Tanjung Layar. perjalanan menuju Tanjung Layar seperti biasa mendapatkan pemandangan bagus tentunya..so check this out..

masih di Laguna Pari menuju Tanjung Layar
Mirip Tanah Lot ya?

Tanjung Layar dari kejauhan

dan setelah perjalanan panjang dari Karang Taraje akhirnya sampai juga di Tanjung Layar…yippppiiieee…waktunya istirahat menikmati jajanan di pinggir Tanjung layar. pagi-pagi kami dah ngerujak euy..padahal belum sarapan…hehehehehe

Tanjung Layar

Ngaso sejenak @Warung Tanjung Layar
7 Wonders @Tanjung Layar

Bersama bule yang mirip Piero… 😀

Setelah puas di Tanjung Layar kami melanjutkan perjalanan menuju Homestay. Sesampainya di Homestay kami sarapan tapi sarapannya jam 11 siang. Setelah itu mandi, packing, sholat zuhur dan waktunya pulang kembali ke Jakarta. Oya untuk harga Homestay kami dikenakan biaya Rp. 80.000/orang sudah termasuk makan 3x, kelapa muda, cemilan, teh dan kopi. Makanannya lumayan enak kok, terutama sambalnya. Ibu-ibu pemilik rumah juga ramah. Tapi sayang kamar mandinya cuma satu, jadi harus antri. Hehehehehe…

7 wonders @di depan Homestay

Perjalanan menuju Jakarta terasa begitu lama, karena kami sempat mampir di AlfaMart Rangkas untuk membeli minum, es krim dan cemilan + numpang pipis..lalu sempet juga mobil overheat di daerah ciujung dan akhirna jam 6 sore kami memutuskan untuk mampir di warung bakso Arema Malang untuk makan.

7 Wonders @Warung Bakso Arema Malang

lalu perjalanan dilanjutkan menuju jakarta. Tapi di lampu merah arah mau menuju permata hijau mobil berhenti lagi. Lagi-lagi karena overheat. Lanjut lagi dan di lampu merah radio dalam mobil overheat lagi. Oh Tuhan…perjalanan tinggal sedikit lagi tapi eh tapi musibah datang. Alhasil di Lampu merah Radio Dalam kami berpisah. Ir jalan kaki menuju kos. Bayu, Lan, Asung dan Edwin naik taksi. Saya masih ikut di mobil itu sampai lampu merah H.Nawi. Hmmm…hari yang melelahkan tapi menyenangkan..

Next trip kemana lagi ya???

Rincian biaya ke Sawarna untuk 7 orang niy :

  1. Sewa mobil APV 2 hari => 700.000
  2. Bensin=> 175.000
  3. Tol pergi => 15.000
  4. Penginapan + makan (8 x 80.000)  =>  640.000
  5. Masuk Sawarna (8 x 2.000) => 16.000
  6. Masuk dan Guide Goa Lalay =>  25.000
  7. Jajan => 57.500
  8. Guide Sawarna => 100.000
  9. Retribusi parkir=> 15.000
  10. Bensin pulang=> 120.000 (nambah karena tadinya mau anter tiap peserta smpai rumah masing2)
  11. Pulsa =>  10.000 (untuk telp homestay dan supir)
  12. extra time 3 jam =>  100.000
  13. Pungli jalan =>    5.000
  14. Tol serang =>    13.500
  15. Mie ayam + aqua gelas supir=>    9.500
  16. Tol Karang tengah (2x lewat @4.000) => 8.000

Total Pengeluaran => 2.009.500 / 7 orang = 287.071 atau dibulatkan 290.000

Sawarna – Part 1

8 Aug

Setelah pulang dari Pulau Tidung, sepertinya saya “ketagihan” dengan yang namanya jalan-jalan ala “Backpacker”. So…saya searching tempat-tempat wisata yang bagus, maka muncullah ide untuk mensearch keyword “SAWARNA”.. dan ternyata yang saya temukan adalah sebuah desa yang indah terletak di propinsi Banten. Banyak tempat wisata yang masih alami disana, belum terjamah dan eksotis.

Tidak butuh waktu yang lama bagi saya dan pepi untuk menyusun anggaran biaya dan itinerary. Dengan kegigihan kami be-2 mencari informasi tentang sawarna dalam waktu 3 hari “buku kecil” perjalanan goes to Sawarna pun berhasil di rilis. kami be2 diskusikan dengan team “Wonderful People” di Sushi Tei. Banyak yang tertarik, tapi pas hari H banyak yang tidak bisa ikut. Hanya 4 orang diantara team “Wonderful People” yang bisa ikut ke Sawarna yaitu saya, pepi, edwin dan Ir. Tadinya saya dan pepi sempat ragu karena banyak yang mundur, tapi dengan keyakinan dan niat yang sangat kuat menuju Sawarna, akhirnya terjaring 3 orang baru yaitu Bayu, Asung dan di menit2 terakhir Bayu berhasil mengajak Wulan untuk bergabung. Wah…senangnya…

….dan inilah cerita perjalanan the 7 Wonders…

Hari pertama, Jum’at 30 Juli 2010

Pukul 18.45 WIB saya janjian dengan Ir di Shelter Busway Pondok Indah. Setelah membeli tiket busway seharga 3.500 rupiah, saya dan Ir menunggu busway..cukup lama malam itu saya menunggu busway. Jam 19.10 saya baru bisa menaiki busway menuju Shelter Kebayoran Lama. Di Shelter Kebayoran Lama Bayu sudah menanti kami. Jalanan agak macet malam itu. Ya mungkin karena weekend. Perjalanan kami lanjutkan menuju Shelter Grogol, karena kami janjian dengan Edwin di sana. Belum sampai 5 menit kami menunggu, busway yang ditumpangi Edwin pun datang dan perjalanan menuju Shelter Kali Deres pun kami lanjutkan. Setelah sampai di Terminal Kali Deres kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan “Angkot” jurusan Kali Deres – Sukabumi seharga 4.000 rupiah. Kami turun di RS. Sari Asih Sangiang dan melanjutkan perjalanan kami lagi dengan angkot menuju Cluster Alamanda seharga 2.000 rupiah. Dan setibanya di rumah Pepi…kami dihidangkan mie goreng sebagai makan malam. Transfer foto liburan Pulau Tidung, foto2 di kamar atas rumah pepi dan bercerita2..Pukul 23.30 Wulan tiba di rumah Pepi.. dan kami menghabiskan malam itu dengan bermain UNO sampai jam 00.00. Setelah bersih-bersih diri, perkenalan dengan Wulan (saya dan Pepi baru malam itu berkenalan dengan Wulan) kami be-3 pun tertidur.

dirumah pepi
ki-ka : bayu, edwin, saya, pepi, ir (minus asung dan Lan)

Hari kedua, Sabtu 31 Juli 2010

Jam 5.00 kami sudah siap. Asung pun tiba di rumah pepi tepat pukul 5.10, tetapi mobil yang kami sewa belum datang. Jadi kami sarapan. Setelah mobil datang, Jam 6 kurang kami siap-siap berangkat. Setelah berpamitan dengan Mami Lina dan Papi Muslih (orang tua pepi) kami pun berangkat menuju Sawarna. Perjalanan menuju Sawarna pagi itu kami lewati dengan melanjutkan tidur di mobil. Sempat beberapa kali, Pa Supir bingung jalan mana yang harus di tempuh, tidur saya pun jadi tidak tenang. Perjalanan Tangerang – Rangkas – Malimping menghabiskan waktu hampir 3,5 jam dengan jalan berkelok dan agak jelek. Setelah sampai Malimping kami harus meneruskan perjalanan menuju Bayah. Di pertigaan terminal Bayah kami di jemput oleh orang dari “Homestay Widi” untuk menunjukkan jalan ke Sawarna. Jam 11 kurang 15 kami pun tiba di desa Sawarna.

Untuk memasuki desa Sawarna, akses jalan yang harus  kami lalui adalah Jembatan Gantung. Diujung jembatan gantung desa Sawarna ada pos siskamling yang meminta retribusi perbaikan jembatan sebesar 2.000 rupiah/orang. Setelah itu kami menuju Homestay Widi. Tapi karena Homestay Widi penuh jadi kami dialihkan ke rumah saudaranya Pa Widi. Tidak jauh dari Homestay Widi. Ada 2 kamar yang bisa kami gunakan untuk kami menginap. Kamar depan untuk 4 lelaki (ir, asung, bayu dan edwin), sedangkan kamar yang tengah untuk 3 wanita (saya, pepi dan wulan). Baru datang saja kami sudah disuguhkan cemilan keripik pisang dan manisan pepaya. Rasanya enak, karena kami sedang kelaparan. Makan siang masih 1 jam lagi, karena nasi belum matang. Jadi kami foto-foto dulu di ruang tamu.

pose @jembatan gantung desa sawarna
@homestay sawarna

Jam 12 kurang makanan matang. kami menyantap makan siang, setelah itu kami sholat zuhur. Setelah sholat zuhur perjalanan caving ke Goa Lalay pun dimulai. Pertama kami harus melewati jembatan gantung yang pertama kali kami lewati, lalu melewati jalan raya dan sempat saya dan pepi mengabadikan gambar kami di depan kantor kepala desa sawarna.

pepi dan saya di depan kantor kepala desa

Setelah itu masuk kembali ke dalam perkampungan dan  perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan sawah yang indah. Hijau bener euy. Lalu kami harus melewati jembatan gantung lagi. Ada kejadian lucu waktu mau menaiki jembatan gantung, saya dan pepi kejedot tali jembatan. Sakit banget euy dan sempat meninggalkan tanda kemerahan di jidat. Melewati jembatan gantung kembali merasakan pusing.

ditengah sawah
jembatan gantung menuju goa lalay

Setelah itu kami melewati kuburan. Agak takut juga waktu melewati kuburan. Tapi saya yakin, mereka tidak akan mengganggu kami. Kami hanya menumpang lewat. hehehe… Setelah itu tibalah kami di mulut goa. Mulut goanya agak kecil tapi gpplah.. Dan caving pun dimulai. Dengan berbekal 4 senter sebagai cahaya penerangan kami. Perjalanan pun dimulai. Amazing melihat stalaktit di dalam goa. Stalaktit yang paling atas di penuhi oleh kelelawar. Jalanan di dalam goa berlumpur dengan kedalaman air setinggi betis hingga dengkul. Setelah puas caving di dalam goa, kami pun kembali menuju jalan keluar. Keluar dari goa pakaian kami sudah kotor dengan lumpur. Setelah bersih-bersih kami pun keluar dari goa.

pe-ir-ida di depan goa lalay
aksi di dalam goa lalay
saya bersama 4 cowo edan… 😀

6 jagoan @Goa Lalay

Keluar dari goa, kami dimintai biaya retribusi masuk goa sebesar 2.ooo rupiah/orang, dan kami memberikan 10ribu rupiah untuk 1 orang guide yang menenami kami masuk ke dalam goa,  dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan kembali ke homestay. Melewati jembatan gantung dan sungai. Bayu dan Asung mengajak kami untuk bermain di Sungai. Turun dari jembatan gantung saya cukup antusias untuk bermain di sungai, tetapi ketika sudah di dalam sungai, sendal sebelah kanan saya hanyut. Huuuuuuuhhh…langsung berubah jadi BT dech. Ir sempat ingin meminjamkan sendalnya untuk saya, tapi saya menolak. Saya sedih…sendal kesayangan saya hanyut. Tidak berapa lama saya naik ke daratan, ternyata Pepi menemukan sendal saya. Huaaa…senang sekali. Ir mengambilkan sendal saya. Huaa…gak jadi BT dech. hehehehehe…

bayu dan Asung bermain di sungai

Perjalanan cukup melelahkan karena kami tidak membawa air minum. Mampir ke warung untuk membeli 1 kaleng pocari sweat.

beli pocari sweat + update status sinyal kuat... :))

Setelah itu kembali ke penginapan. Lagi dan lagi kami harus melewati jembatan gantung. kembali berpusing-pusing kembali. Setelah sampai penginapan seger banget minum kelapa muda. Sampai-sampai saya gak rela untuk melepaskan kelapanya itu.. After melepas lelah di homestay..kami menuju pantai Ciantir. Letaknya tidak jauh dari homestay. Hanya jalan kaki 5-1o menit kita sudah berada di Pantai Ciantir. Wow…pantai yang indah dengan pasir putih dan ombak yang tinggi cocok banget kalau untuk surfing. Tapi sayangnya kami semua gak ada yang bisa surfing…jadi ya main-main air aja dech sambil menunggu sunset.

3 wanita @pantai ciantir

pantai ciantir

sunset @pantai ciantir

saya, Pepi dan Lan meninggalkan pantai kembali ke homestay untuk bersih-bersih, sholat maghrib, istirahat dan makan malam. Sedangkan 4 lelaki itu…sepertinya kembali ke homestay after maghrib.

Malam hari setelah makan malam kami main UNO bersama di ruang tamu. Jam 9 malam, kami berencana untuk membeli bakso dan keliling kampung. Kali ini Bayu tidak ikut serta, dia memilih untuk tidur di homestay. Tetapi belum setengah perjalanan kami sudah balik arah. habis jalanan gelap banget karena tidak ada penerangan di jalan raya. Kami kembali menuju perkampungan sawarna…membeli 3 POP MIE, 2 kaleng SPRITE dan 1 kaleng POCARI SWEAT, 1 kartu REMI untuk kami nikmati di pinggir pantai.

pop mie + sprite

menikmati pop mie

main remi euy

Main Remi sambil menikmati POP MIE di suasana gelapnya malam di iringi suara deburan ombak seru-seru gimana gitu, lalu dilanjutkan dengan sesi curcol tentang kehidupan cinta masing-masing. Jarang-jarang moment kayak gini ada di jakarta. Tepat jam 11 kami kembali ke penginapan dan langsung tidur. hehehehe

berhubung ceritanya masih panjang…lanjut ke Sawarna – Part 2 ya…

Festival serbu serba keju moo – Bundaran HI – Kota tua

18 Jul

Uhuy…baru seminggu gak ketemuan, udah kangen dengan temen2 wonderful people..so… Setelah memberikan info ke teman-teman untuk ketemuan di Plaza Selatan Senayan akhirnya kita jadi ketemuan di Festival Serba Serbu Keju Moo (festival again…sepertinya saya akan dinobatkan jadi ratu festival niy…)Kali ini saya telat datang, harusnya janjian jam 3 tapi datengnya jam 4 kurang…itu semua karena jalanan pondok indah, h.nawi dan radio dalam macet parah…Ihhhh…nyebelin dech…Terjebak macet be2 andin, sampe akhirnya diturunin di jalur cepat sudirman oleh supir taksi untuk mengejar waktu. Sementara pepi, nia, utex, ir, lita dan tity sudah tiba di Festival Serba Serbu keju Moo.

Tema pertemuan hari itu ya tentu makan-makan. Mulai dari beli Big Hotdog…(antrian panjang ciiiin…so,yang antri Ir dan Nia, sementara yang lainnya ada yang jaga meja n keliling2 area festival), pancake bakar , keju fountain, takoyaki, nasi goreng katsu keju, mie ayam keju  , 1 gelas jelly, 2 gelas es teh manis, berbotol2 air mineral…yang pasti 1 untuk bersama…seru? Pastinya dooonk…tapi sayang Edwin datang telat…bilangnya jam 14 mau jalan dari kampus Budi Luhur tapi sampai jam 4 lewat yang ditunggu gak dateng-dateng..sampe  akhirnya ketika langit semakin mendung, hari semakin sore..sosok Edwin muncul jga…



Perjalanan dilanjutkan menuju Sushi Tei Plaza Indonesia. Naik bus P19 jurusan Ragunan – Tn. Abang serasa naik bus pribadi..kebetulan bus tersebut tidak terlalu penuh jadinya bebas bercanda..Turun di Bundaran HI lalu memasuki Plaza Indonesia. Setelah mendaftar untuk waiting list di sushi Tei, kami mengisi waktu menunggu dengan foto-foto di Bundaran HI… (kesampean juga foto di Bundaran HI..hehehehe) seru banget walalupun harus menahan malu karena diperhatikan oleh orang-orang..tapi ya cuek aja…kegembiraan kami itu dapat mengalahkan rasa malu…


Setelah puas foto-foto di Bundaran HI, waktunya makan di Sushi Tei, saya lupa apa saja yang saya pesan yang pasti enak-enak lah…banyak yang kami pesan…mulai dari Dragon Roll, Chawan mussi, dan sushi-sushi lainnya…so…total makan-makan di Sushi Tei sebesar 264 ribu 600 rupiah…dan perorang sekitar 30ribu rupiah.. masih ada kembalian 5 ribu 400 rupiah…

Perjalanan belum usai sampai disitu… jam 7 malam kami lanjutkan ke kota tua (lagi2 kota tua…bosan tapi gpp kan demi seru-seruan bareng) dengan naik busway seharga 3ribu 500…pertama kali tiba sempet mati gaya..kami Cuma duduk-duduk di batu besar, sementara Ir membeli Ice Cream Durian seharga 5ribu rupiah..Ice cream habis, narsis kami semua kembali muncul…so foto-foto lagi kita…


Jam 9 malam kami memutuskan untuk pulang naik busway. Pepi, Nia dan Utex turun di shelter Harmoni untuk melanjutkan busway ke arah Kali Deres dan Kebon Jeruk. Sementara saya, andin, lita, tity, Edwin dan ir melanjutkan hingga shelter Blok-M. Tiba di Blok-M menuju parkiran motor. Lita menitipkan motor di parkiran BlokM Square..Lita dan Tity pulang dengan menggunakan sepeda motor. Sementara saya, andin, ir, dan Edwin berpisah di melawai.  Andin naik taksi menuju terogong, Edwin naik 69, sementara saya dan Ir naik bus 72 karena kami searah. Benar2 hari yang seru bisa menghabiskan waktu bersama kalian. Next time kami akan ke Sawarna…tunggu cerita saya ya.. 😉