I am Number Four

25 Apr

Tiba-tiba pagi ini tertarik banget untuk ngeblog… Ini karena hasil jalan-jalan Sabtu sore kemaren waktu begaol di PIM…(halah..halah..begaul..macam anak ABG aja..hehehehehe)

Waktu keliling-keliling Gramedia, saya menemukan buku “I am number Four” dengan Tag Line nya “No 4 adalah pahlawan bagi generasi ini” trus iseng-iseng saya foto dech tuh sampul bukunya.. walaupun  tuh buku sebenernya udah di buat versi film siy.. dan entah kenapa waktu tuch film keluar di bioskop saya tidak tertarik untuk nonton.. mungkin karena  Genre film tersebut adalah fiksi ilmiah berkisah tentang makhluk alien.. Nah yang diceritakan di buku dan film itu adalah makhluk alien no 4 yang bernama John Smith. .

ini rangkuman tentangg I am Number Four :

“Kami ada di antara kalian, di kota kalian, menjadi tetangga kalian, tersamar.

Menunggu hari, saat kami saling bertemu, untuk bertempur terakhir kalinya.

Bila kami menang, kalian akan terselamatkan. Bila kami kalah, semua akan musnah.

Sepuluh tahun lalu, sembilan anak dilarikan dari planet Lorien yang hancur karena perang. Masing-masing anak itu disembunyikan di berbagai tempat di bumi agar terhindar dari musuh bebuyutan mereka yang kejam, Kaum Mogadorian. Kini satu persatu anak itu terbunuh, sesuai urutan nomornya. Satu. Dua. Tiga. Dan John Smith adalah Nomor Empat.

Namun, John Smith sudah lelah berlari. Di Paradise, Ohio, dia menemukan teman baik dan cintanya. Untuk pertama kalinya ada seorang sahabat, Sam, yang mau menerima ia apa adanya. Dan Sarah, tambatan hatinya. Sarah, yang membuat John mendapatkan kekuatan untuk berjuang dan tak hanya pasrah menjadi buruan.

John tak ingin lagi lari, dia akan melawan. Namun untuk melawan ia harus mengembangkan kekuatannya, Pusaka Lorien, atau Mogadorian akan membantainya. Berhasilkah John mengalahkan kaum Mogadorian? Ataukah John harus hidup diburu, selamanya? Ikuti kisah heroik pelarian Planet Lorien yang diklaim sebagai The Next Twilight Saga ini!

Pittacus Lore adalah Tetua penguasa Planet Lorien. Selama dua belas tahun terakhir dia tinggal di Bumi, mempersiapkan pertempuran yang akan menentukan nasib Bumi. Keberadaannya hingga kini belum diketahui.”

Ok..lupakanlah tentang John Smith.. sekarang kita bahas tentang saya.. ada keterkaitan apa antara saya dan number 4?

Begini pembahasannya..(halah…halah… sok di bahas.. :D) entah mengapa saya suka banget dengan angka atau nomer 4..mengapa? karena saya dilahirkan tanggal 4 dan saya merupakan anak ke 4, lalu setiap kali beli sesuatu yang ada unsur-unsur numerical saya selalu memilih 4. Mungkin itu cuma suatu kebetulan saja..

Ok sekarang kita harus cari tau dech filosofi atau pesona dari angka 4.. ini hasil googling saya tentang angka 4..

 PESONA ANGKA 4

 
4 laksana kotak kotak. diam pada tempatnya
4 laksana meja meja. bergeming pada posisinya
4 laksana kaki kaki kuda. kokoh. kuat. mantap
4 laksana medan percaturan bidak bidak. tepat. terarah

diam diam
seksama
akurat
melesat

diamnya emas. tiada cemas
segala rupa. disimpan diam diam
sampai pada saatnya. hantam!
segalanya digengam!
tiap tiap jiwa berselubung 4 adalah diam seksama
dia jiwa berselubung 4
maka dia diam seksama
diam. diam. diam. diam. hatinya menggenggam

lalu ada lagi niy tentang makna angka menurut fengshui :
“Angka 4 atau disebut Bintang seksi, angka ini adalah angka puitis dan romantis. Memajukan pendidikan, karya tulis. Bintang ini disebut juga dead star tidak terlalu menguntungkan pada periode 8 dan 9 yang akan datang. Dalam feng shui bintang terbang angka 4 menciptakan stress pada mental. Lumayan kalau bergabung dengan white star. Tapi membuat pertumbuhan dalam hubungan percintaan kalau terbang ke barat daya.”
(sumber : http://www.indospiritual.com/artikel_makna-angka-menurut-feng-shui.html )
Nah ini ada sisi buruk dari number 4 :

-Angka 4 itu adalah simbol kematian. Wuih, serem aja ya! 4 bisa disejajarkan dengan huruf D yang merupakan huruf ke-4 dalam Alphabet. Dan, D adalah huruf awal dari kata “Death” atau “Die”.

-Angka 4 bisa berasal dari penjumlahan bilangan sial 13; 1 + 3 = 4.

-Dalam bahasa Tionghoa atau China – angka 4 itu jika diucapkan, pelafalannya bisa berbunyi “kematian”. Makanya banyak gedung-gedung bertingkat yang tidak ada lantai 4 nya..(kalau pemiliknya orang Tiongkok)

hmmmmmm….jadi ya boleh percaya atau gak dech sisi baik dan sisi buruknya.. yang penting mah ambil sisi baiknya aja ya..sisi buruk buang jauh2 aja dech…hehehehehe
kalo John Smith sang number 4 adalah alien… saya??? saya sang number 4 adalah Paridah dan manusia kok.. 😀

2010 in review

3 Jan

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 8,600 times in 2010. That’s about 21 full 747s.

In 2010, there were 12 new posts, growing the total archive of this blog to 48 posts. There were 152 pictures uploaded, taking up a total of 123mb. That’s about 3 pictures per week.

The busiest day of the year was September 30th with 161 views. The most popular post that day was Implikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Dunia Pendidikan.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were search.conduit.com, lowongankerjamu.com, google.co.id, facebook.com, and start.facemoods.com.

Some visitors came searching, mostly for implikasi perkembangan teknologi komunikasi, tanjung lesung, ilalang, implikasi teknologi komunikasi, and contoh website implikasi perkembangan teknologi komunikasi.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Implikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Dunia Pendidikan June 2008
10 comments

2

etiket kantor June 2008
2 comments

3

Pantai Tanjung Lesung December 2008

4

Liburan seru di Pulau Tidung (Bike to Nature n Snorkeling) July 2010
2 comments

5

Ramen Sanpachi (Ramen 38) July 2010
2 comments

apa yang difikirkan ibu???

16 Sep

Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya ” itu burung apa yg berdiri disana ??”
“Bangau mama” anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
“Itu yang warna putih burung apa?”
sdikit kesal anaknya menjawab ” ya bangau mama?…”

Kemudian ibunya kembali bertanya
” Lantas itu burung apa ?” Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang…

Dengan nada kesal si anak menjawab “ya bangau mama. kan sama saja!..emanknya mama gak liat dia terbang!”

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan..”Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentak ku 2 kali..”

Si anak terdiam…dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2 krn sorga berada di telapak kaki Ibu.

Mohon ampunan jika kamu pernah menyakiti hati Ibumu.
Dan teruskan kpd Org2 yg perlu membaca renungan ini.

*Pernah kita ngomelin Dia ? ‘Pernah!’ :s

*pernah kita cuekin Dia ? ‘Pernah!’>:/

*pernah kita mikir apa yg Dia pikirkan?

‘nggak!’:/

* sebenernya apa yg dia fikirkan ?

‘Takut’:(

-takut ga bisa liat kita senyum , nangis atau ketawa lg.

– takut ga bisa ngajar kita lagi

Semua itu karena waktu Dia singkat..

Saat mama menutup mata , Ga akan lg ada yg cerewet. 😦

Saat kita nangis manggil2 dia , apa yg dia bales ?

‘Dia cuma diam’:(

Tapi bayangannya dia tetap di samping kita dan berkata : “anakku jgn nangis,mama msh di sini. Mama msh syg kamu.”:(

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ada cinta di Sawarna

13 Aug

Sawarna memberi kesan yang indah kepada kami…meninggalkan sejuta kenangan…dan kenangan itu adalah CINTA…ada cinta di Sawarna…

Check this out gals…

Ada cinta di Sawarna

Cinta itu indah…Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat. Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi.

Katakan cintamu

Ketika cinta dihadapkan oleh dua pilihan…siapakah yang akan kau pilih…aku atau dia??…

ketika cinta harus memilih

Triangle love atau kata orang cinta segitiga yang terkadang membuat pusing kepala insan manusia yang sedang dilanda jatuh cinta. ini kisah cinta antara aku, kau dan sahabatku…

cinta segitiga

cinta terlarang diantara personel 7 wonders..

cinta terlarang part 1 😀
Cinta terlarang part 2

Cinta bukan hanya sesama insan manusia saja…tapi ada juga cinta sesama makhluk hidup ciptaanNya…ya inilah kisah Pecinta binatang..

pecinta binatang

dan inilah para pejuang cinta…

ki-ka : edwin, ida, asung, pepi, ir, lan, bayu

Bagaimanakah kisah cinta the 7 wonders? Akankah mereka menemukan cinta sejati?? ya…hanya waktu yang bisa menjawabnya… 😀



Sawarna Part-2

9 Aug

Lanjutan Sawarna part-1 niy…

Hari ketiga, Minggu 1 Agustus 2010

Bangun jam 5 pagi…sholat subuh dan menikmati bakwan goreng + teh manis hangat…wah nikmatnya pagi ini…lalu jam 5.30 jalan-jalan pagi. Harusnya di jadwal jam 5 pagi, tapi berhubung si 4 cowo itu bangunnya pada susah plus lelet pula..akhirnya jam 5.30 baru keluar dari rumah dech… Melewati sawah pagi-pagi udaranya seger bener. Saya, Asung dan Ir jalan begitu cepat mengikuti guide yang paling depan. di posisi tengah ada Lan dan bayu, sedangkan di paling belakang ada guide ke 2 yang bernama erik bersama pepi dan edwin. Setelah melewati sawah..melewati perkampungan dan bukit-bukit. Udaranya beneran seger dech..tapi berhubung jalannya terlalu terburu-buru karena mau mengejar sunrise alhasil pas di atas bukit saya terbatuk-batuk + agak susah nafas. sayang gak ada yang bawa minum alhasil hilang sendiri dah tuch batuknya. Setelah menuruni bukit..terdengar juga suara ombak dan sampailah kami di Lagun Pari. Pemandangan di Lagun Pari gak kalah indah di banding pantai Ciantir. Pasir yang putih, ombak yang tinggi wah…bagus banget lah…apalagi di nikmati pagi hari..Gak kapok harus jalan cepet naik turun bukit dan akhirnya menemukan pemandangan indah.

asung dan adiknya di tengah sawah pagi hari
Pe n Ida @Lagun Pari
ida, ir, pe dan Lan in action @Lagun Pari
pantai Lagun Pari yang indah
warna warni Lagun Pari

Setelah puas foto-foto di Lagun pari..kita jalan menyusuri pantai dan tibalah di Karang Taraje…keren loh tempatnya…Photo session pun dimulai…

ida @karang taraje
Bayu ngeblend kayak boyband @Karang Taraje
pose 7 wonders @Karang Taraje
lagi2 pose @karang taraje

Setelah puas di Karang Taraje kami kembali menyusuri Pantai Lagun Pari untuk menuju Pantai Tanjung layar…pemandangannya indah seperti ini…

ida n pe @akar pohon

burung di tengah pantai

kami lelah..butuh minum haus banget karena perjalanan jauh. Guide kami erik memanjat pohon kelapa. Dengan cepat Erik sudah sampai di atas pohon dan memetik 9 buah kelapa. Sumpah kelapanya enak banget. airnya seger banget dan agak dingin, seperti di kasih es gitu. Itu kelapa terenak yang pernah saya minum. Teman-teman saya yang lain pun juga merasakan yang sama…itu kelapa terenak.

Ir dan 2 kelapa terenak..
2 guide kami…menyiapkan kelapa terenak yang pernah kami minum.. 😀

menikmati kelapa

puas minum kelapa..kami melanjutkan menuju Pantai Tanjung Layar. perjalanan menuju Tanjung Layar seperti biasa mendapatkan pemandangan bagus tentunya..so check this out..

masih di Laguna Pari menuju Tanjung Layar
Mirip Tanah Lot ya?

Tanjung Layar dari kejauhan

dan setelah perjalanan panjang dari Karang Taraje akhirnya sampai juga di Tanjung Layar…yippppiiieee…waktunya istirahat menikmati jajanan di pinggir Tanjung layar. pagi-pagi kami dah ngerujak euy..padahal belum sarapan…hehehehehe

Tanjung Layar

Ngaso sejenak @Warung Tanjung Layar
7 Wonders @Tanjung Layar

Bersama bule yang mirip Piero… 😀

Setelah puas di Tanjung Layar kami melanjutkan perjalanan menuju Homestay. Sesampainya di Homestay kami sarapan tapi sarapannya jam 11 siang. Setelah itu mandi, packing, sholat zuhur dan waktunya pulang kembali ke Jakarta. Oya untuk harga Homestay kami dikenakan biaya Rp. 80.000/orang sudah termasuk makan 3x, kelapa muda, cemilan, teh dan kopi. Makanannya lumayan enak kok, terutama sambalnya. Ibu-ibu pemilik rumah juga ramah. Tapi sayang kamar mandinya cuma satu, jadi harus antri. Hehehehehe…

7 wonders @di depan Homestay

Perjalanan menuju Jakarta terasa begitu lama, karena kami sempat mampir di AlfaMart Rangkas untuk membeli minum, es krim dan cemilan + numpang pipis..lalu sempet juga mobil overheat di daerah ciujung dan akhirna jam 6 sore kami memutuskan untuk mampir di warung bakso Arema Malang untuk makan.

7 Wonders @Warung Bakso Arema Malang

lalu perjalanan dilanjutkan menuju jakarta. Tapi di lampu merah arah mau menuju permata hijau mobil berhenti lagi. Lagi-lagi karena overheat. Lanjut lagi dan di lampu merah radio dalam mobil overheat lagi. Oh Tuhan…perjalanan tinggal sedikit lagi tapi eh tapi musibah datang. Alhasil di Lampu merah Radio Dalam kami berpisah. Ir jalan kaki menuju kos. Bayu, Lan, Asung dan Edwin naik taksi. Saya masih ikut di mobil itu sampai lampu merah H.Nawi. Hmmm…hari yang melelahkan tapi menyenangkan..

Next trip kemana lagi ya???

Rincian biaya ke Sawarna untuk 7 orang niy :

  1. Sewa mobil APV 2 hari => 700.000
  2. Bensin=> 175.000
  3. Tol pergi => 15.000
  4. Penginapan + makan (8 x 80.000)  =>  640.000
  5. Masuk Sawarna (8 x 2.000) => 16.000
  6. Masuk dan Guide Goa Lalay =>  25.000
  7. Jajan => 57.500
  8. Guide Sawarna => 100.000
  9. Retribusi parkir=> 15.000
  10. Bensin pulang=> 120.000 (nambah karena tadinya mau anter tiap peserta smpai rumah masing2)
  11. Pulsa =>  10.000 (untuk telp homestay dan supir)
  12. extra time 3 jam =>  100.000
  13. Pungli jalan =>    5.000
  14. Tol serang =>    13.500
  15. Mie ayam + aqua gelas supir=>    9.500
  16. Tol Karang tengah (2x lewat @4.000) => 8.000

Total Pengeluaran => 2.009.500 / 7 orang = 287.071 atau dibulatkan 290.000

Sawarna – Part 1

8 Aug

Setelah pulang dari Pulau Tidung, sepertinya saya “ketagihan” dengan yang namanya jalan-jalan ala “Backpacker”. So…saya searching tempat-tempat wisata yang bagus, maka muncullah ide untuk mensearch keyword “SAWARNA”.. dan ternyata yang saya temukan adalah sebuah desa yang indah terletak di propinsi Banten. Banyak tempat wisata yang masih alami disana, belum terjamah dan eksotis.

Tidak butuh waktu yang lama bagi saya dan pepi untuk menyusun anggaran biaya dan itinerary. Dengan kegigihan kami be-2 mencari informasi tentang sawarna dalam waktu 3 hari “buku kecil” perjalanan goes to Sawarna pun berhasil di rilis. kami be2 diskusikan dengan team “Wonderful People” di Sushi Tei. Banyak yang tertarik, tapi pas hari H banyak yang tidak bisa ikut. Hanya 4 orang diantara team “Wonderful People” yang bisa ikut ke Sawarna yaitu saya, pepi, edwin dan Ir. Tadinya saya dan pepi sempat ragu karena banyak yang mundur, tapi dengan keyakinan dan niat yang sangat kuat menuju Sawarna, akhirnya terjaring 3 orang baru yaitu Bayu, Asung dan di menit2 terakhir Bayu berhasil mengajak Wulan untuk bergabung. Wah…senangnya…

….dan inilah cerita perjalanan the 7 Wonders…

Hari pertama, Jum’at 30 Juli 2010

Pukul 18.45 WIB saya janjian dengan Ir di Shelter Busway Pondok Indah. Setelah membeli tiket busway seharga 3.500 rupiah, saya dan Ir menunggu busway..cukup lama malam itu saya menunggu busway. Jam 19.10 saya baru bisa menaiki busway menuju Shelter Kebayoran Lama. Di Shelter Kebayoran Lama Bayu sudah menanti kami. Jalanan agak macet malam itu. Ya mungkin karena weekend. Perjalanan kami lanjutkan menuju Shelter Grogol, karena kami janjian dengan Edwin di sana. Belum sampai 5 menit kami menunggu, busway yang ditumpangi Edwin pun datang dan perjalanan menuju Shelter Kali Deres pun kami lanjutkan. Setelah sampai di Terminal Kali Deres kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan “Angkot” jurusan Kali Deres – Sukabumi seharga 4.000 rupiah. Kami turun di RS. Sari Asih Sangiang dan melanjutkan perjalanan kami lagi dengan angkot menuju Cluster Alamanda seharga 2.000 rupiah. Dan setibanya di rumah Pepi…kami dihidangkan mie goreng sebagai makan malam. Transfer foto liburan Pulau Tidung, foto2 di kamar atas rumah pepi dan bercerita2..Pukul 23.30 Wulan tiba di rumah Pepi.. dan kami menghabiskan malam itu dengan bermain UNO sampai jam 00.00. Setelah bersih-bersih diri, perkenalan dengan Wulan (saya dan Pepi baru malam itu berkenalan dengan Wulan) kami be-3 pun tertidur.

dirumah pepi
ki-ka : bayu, edwin, saya, pepi, ir (minus asung dan Lan)

Hari kedua, Sabtu 31 Juli 2010

Jam 5.00 kami sudah siap. Asung pun tiba di rumah pepi tepat pukul 5.10, tetapi mobil yang kami sewa belum datang. Jadi kami sarapan. Setelah mobil datang, Jam 6 kurang kami siap-siap berangkat. Setelah berpamitan dengan Mami Lina dan Papi Muslih (orang tua pepi) kami pun berangkat menuju Sawarna. Perjalanan menuju Sawarna pagi itu kami lewati dengan melanjutkan tidur di mobil. Sempat beberapa kali, Pa Supir bingung jalan mana yang harus di tempuh, tidur saya pun jadi tidak tenang. Perjalanan Tangerang – Rangkas – Malimping menghabiskan waktu hampir 3,5 jam dengan jalan berkelok dan agak jelek. Setelah sampai Malimping kami harus meneruskan perjalanan menuju Bayah. Di pertigaan terminal Bayah kami di jemput oleh orang dari “Homestay Widi” untuk menunjukkan jalan ke Sawarna. Jam 11 kurang 15 kami pun tiba di desa Sawarna.

Untuk memasuki desa Sawarna, akses jalan yang harus  kami lalui adalah Jembatan Gantung. Diujung jembatan gantung desa Sawarna ada pos siskamling yang meminta retribusi perbaikan jembatan sebesar 2.000 rupiah/orang. Setelah itu kami menuju Homestay Widi. Tapi karena Homestay Widi penuh jadi kami dialihkan ke rumah saudaranya Pa Widi. Tidak jauh dari Homestay Widi. Ada 2 kamar yang bisa kami gunakan untuk kami menginap. Kamar depan untuk 4 lelaki (ir, asung, bayu dan edwin), sedangkan kamar yang tengah untuk 3 wanita (saya, pepi dan wulan). Baru datang saja kami sudah disuguhkan cemilan keripik pisang dan manisan pepaya. Rasanya enak, karena kami sedang kelaparan. Makan siang masih 1 jam lagi, karena nasi belum matang. Jadi kami foto-foto dulu di ruang tamu.

pose @jembatan gantung desa sawarna
@homestay sawarna

Jam 12 kurang makanan matang. kami menyantap makan siang, setelah itu kami sholat zuhur. Setelah sholat zuhur perjalanan caving ke Goa Lalay pun dimulai. Pertama kami harus melewati jembatan gantung yang pertama kali kami lewati, lalu melewati jalan raya dan sempat saya dan pepi mengabadikan gambar kami di depan kantor kepala desa sawarna.

pepi dan saya di depan kantor kepala desa

Setelah itu masuk kembali ke dalam perkampungan dan  perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan sawah yang indah. Hijau bener euy. Lalu kami harus melewati jembatan gantung lagi. Ada kejadian lucu waktu mau menaiki jembatan gantung, saya dan pepi kejedot tali jembatan. Sakit banget euy dan sempat meninggalkan tanda kemerahan di jidat. Melewati jembatan gantung kembali merasakan pusing.

ditengah sawah
jembatan gantung menuju goa lalay

Setelah itu kami melewati kuburan. Agak takut juga waktu melewati kuburan. Tapi saya yakin, mereka tidak akan mengganggu kami. Kami hanya menumpang lewat. hehehe… Setelah itu tibalah kami di mulut goa. Mulut goanya agak kecil tapi gpplah.. Dan caving pun dimulai. Dengan berbekal 4 senter sebagai cahaya penerangan kami. Perjalanan pun dimulai. Amazing melihat stalaktit di dalam goa. Stalaktit yang paling atas di penuhi oleh kelelawar. Jalanan di dalam goa berlumpur dengan kedalaman air setinggi betis hingga dengkul. Setelah puas caving di dalam goa, kami pun kembali menuju jalan keluar. Keluar dari goa pakaian kami sudah kotor dengan lumpur. Setelah bersih-bersih kami pun keluar dari goa.

pe-ir-ida di depan goa lalay
aksi di dalam goa lalay
saya bersama 4 cowo edan… 😀

6 jagoan @Goa Lalay

Keluar dari goa, kami dimintai biaya retribusi masuk goa sebesar 2.ooo rupiah/orang, dan kami memberikan 10ribu rupiah untuk 1 orang guide yang menenami kami masuk ke dalam goa,  dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan kembali ke homestay. Melewati jembatan gantung dan sungai. Bayu dan Asung mengajak kami untuk bermain di Sungai. Turun dari jembatan gantung saya cukup antusias untuk bermain di sungai, tetapi ketika sudah di dalam sungai, sendal sebelah kanan saya hanyut. Huuuuuuuhhh…langsung berubah jadi BT dech. Ir sempat ingin meminjamkan sendalnya untuk saya, tapi saya menolak. Saya sedih…sendal kesayangan saya hanyut. Tidak berapa lama saya naik ke daratan, ternyata Pepi menemukan sendal saya. Huaaa…senang sekali. Ir mengambilkan sendal saya. Huaa…gak jadi BT dech. hehehehehe…

bayu dan Asung bermain di sungai

Perjalanan cukup melelahkan karena kami tidak membawa air minum. Mampir ke warung untuk membeli 1 kaleng pocari sweat.

beli pocari sweat + update status sinyal kuat... :))

Setelah itu kembali ke penginapan. Lagi dan lagi kami harus melewati jembatan gantung. kembali berpusing-pusing kembali. Setelah sampai penginapan seger banget minum kelapa muda. Sampai-sampai saya gak rela untuk melepaskan kelapanya itu.. After melepas lelah di homestay..kami menuju pantai Ciantir. Letaknya tidak jauh dari homestay. Hanya jalan kaki 5-1o menit kita sudah berada di Pantai Ciantir. Wow…pantai yang indah dengan pasir putih dan ombak yang tinggi cocok banget kalau untuk surfing. Tapi sayangnya kami semua gak ada yang bisa surfing…jadi ya main-main air aja dech sambil menunggu sunset.

3 wanita @pantai ciantir

pantai ciantir

sunset @pantai ciantir

saya, Pepi dan Lan meninggalkan pantai kembali ke homestay untuk bersih-bersih, sholat maghrib, istirahat dan makan malam. Sedangkan 4 lelaki itu…sepertinya kembali ke homestay after maghrib.

Malam hari setelah makan malam kami main UNO bersama di ruang tamu. Jam 9 malam, kami berencana untuk membeli bakso dan keliling kampung. Kali ini Bayu tidak ikut serta, dia memilih untuk tidur di homestay. Tetapi belum setengah perjalanan kami sudah balik arah. habis jalanan gelap banget karena tidak ada penerangan di jalan raya. Kami kembali menuju perkampungan sawarna…membeli 3 POP MIE, 2 kaleng SPRITE dan 1 kaleng POCARI SWEAT, 1 kartu REMI untuk kami nikmati di pinggir pantai.

pop mie + sprite

menikmati pop mie

main remi euy

Main Remi sambil menikmati POP MIE di suasana gelapnya malam di iringi suara deburan ombak seru-seru gimana gitu, lalu dilanjutkan dengan sesi curcol tentang kehidupan cinta masing-masing. Jarang-jarang moment kayak gini ada di jakarta. Tepat jam 11 kami kembali ke penginapan dan langsung tidur. hehehehe

berhubung ceritanya masih panjang…lanjut ke Sawarna – Part 2 ya…

Festival serbu serba keju moo – Bundaran HI – Kota tua

18 Jul

Uhuy…baru seminggu gak ketemuan, udah kangen dengan temen2 wonderful people..so… Setelah memberikan info ke teman-teman untuk ketemuan di Plaza Selatan Senayan akhirnya kita jadi ketemuan di Festival Serba Serbu Keju Moo (festival again…sepertinya saya akan dinobatkan jadi ratu festival niy…)Kali ini saya telat datang, harusnya janjian jam 3 tapi datengnya jam 4 kurang…itu semua karena jalanan pondok indah, h.nawi dan radio dalam macet parah…Ihhhh…nyebelin dech…Terjebak macet be2 andin, sampe akhirnya diturunin di jalur cepat sudirman oleh supir taksi untuk mengejar waktu. Sementara pepi, nia, utex, ir, lita dan tity sudah tiba di Festival Serba Serbu keju Moo.

Tema pertemuan hari itu ya tentu makan-makan. Mulai dari beli Big Hotdog…(antrian panjang ciiiin…so,yang antri Ir dan Nia, sementara yang lainnya ada yang jaga meja n keliling2 area festival), pancake bakar , keju fountain, takoyaki, nasi goreng katsu keju, mie ayam keju  , 1 gelas jelly, 2 gelas es teh manis, berbotol2 air mineral…yang pasti 1 untuk bersama…seru? Pastinya dooonk…tapi sayang Edwin datang telat…bilangnya jam 14 mau jalan dari kampus Budi Luhur tapi sampai jam 4 lewat yang ditunggu gak dateng-dateng..sampe  akhirnya ketika langit semakin mendung, hari semakin sore..sosok Edwin muncul jga…



Perjalanan dilanjutkan menuju Sushi Tei Plaza Indonesia. Naik bus P19 jurusan Ragunan – Tn. Abang serasa naik bus pribadi..kebetulan bus tersebut tidak terlalu penuh jadinya bebas bercanda..Turun di Bundaran HI lalu memasuki Plaza Indonesia. Setelah mendaftar untuk waiting list di sushi Tei, kami mengisi waktu menunggu dengan foto-foto di Bundaran HI… (kesampean juga foto di Bundaran HI..hehehehe) seru banget walalupun harus menahan malu karena diperhatikan oleh orang-orang..tapi ya cuek aja…kegembiraan kami itu dapat mengalahkan rasa malu…


Setelah puas foto-foto di Bundaran HI, waktunya makan di Sushi Tei, saya lupa apa saja yang saya pesan yang pasti enak-enak lah…banyak yang kami pesan…mulai dari Dragon Roll, Chawan mussi, dan sushi-sushi lainnya…so…total makan-makan di Sushi Tei sebesar 264 ribu 600 rupiah…dan perorang sekitar 30ribu rupiah.. masih ada kembalian 5 ribu 400 rupiah…

Perjalanan belum usai sampai disitu… jam 7 malam kami lanjutkan ke kota tua (lagi2 kota tua…bosan tapi gpp kan demi seru-seruan bareng) dengan naik busway seharga 3ribu 500…pertama kali tiba sempet mati gaya..kami Cuma duduk-duduk di batu besar, sementara Ir membeli Ice Cream Durian seharga 5ribu rupiah..Ice cream habis, narsis kami semua kembali muncul…so foto-foto lagi kita…


Jam 9 malam kami memutuskan untuk pulang naik busway. Pepi, Nia dan Utex turun di shelter Harmoni untuk melanjutkan busway ke arah Kali Deres dan Kebon Jeruk. Sementara saya, andin, lita, tity, Edwin dan ir melanjutkan hingga shelter Blok-M. Tiba di Blok-M menuju parkiran motor. Lita menitipkan motor di parkiran BlokM Square..Lita dan Tity pulang dengan menggunakan sepeda motor. Sementara saya, andin, ir, dan Edwin berpisah di melawai.  Andin naik taksi menuju terogong, Edwin naik 69, sementara saya dan Ir naik bus 72 karena kami searah. Benar2 hari yang seru bisa menghabiskan waktu bersama kalian. Next time kami akan ke Sawarna…tunggu cerita saya ya.. 😉

Liburan seru di Pulau Tidung (Bike to Nature n Snorkeling)

13 Jul

Perjalanan ke Pulau Tidung ini, perjalanan yang sudah lama saya dan pepi rencanakan. Mulai dari 15 peserta yang terdaftar hingga akhirnya hanya 9 peserta yang saya sebut dengan “wonderful people” yang berangkat menuju Pulau “wonderlands” Tidung. Team “Wonderful People” tersebut adalah saya (ida), Pepi, Tity, Nia, Nina, Andin, Ir, Ihsan dan peserta terakhir yang terdaftar adalah Edwin (satu hari sebelum hari H, baru saya dan pepi ajak).

ki-ka : iksan, andin, nia, nina, edwin, saya, pepi, tity, ir

…dan inilah cerita kami….

Hari pertama (9 Juli 2010)…

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 lewat 20 menit. Saya dan Tity yang memang bermalam di rumah Pepi segera bergegas untuk meninggalkan rumah dan pamitan kepada orang tua Pepi. Kami naik angkot menuju Grand Tomang (seharga 2ribu rupiah) tempat yang pepi janjikan untuk bertemu dengan supir yang mobilnya akan kami sewa. Tapi ternyata hingga Jam 7 kurang 10 menit, si Aki (supir angkot) yang mobilnya akan kami sewa tidak kunjung datang. Hal ini disebabkan karena jaringan handphone yang error. Kami bertiga memutuskan untuk menyetop angkot ELF untuk kami sewa. Sempat terjadi ketegangan antara saya dan Pepi. Kita be2 dah pasang muka BT se Btnya n alhasil jadi main jutek2an. Setelah menstop angkot jenis ELF kita mulai nego harga dan akhirnya tersepakatilah harga 125rb dengan rute Grand Tomang-MC’D Shinta-Cikokol-Muara Cituis.

Jam 7 lewat 20 kami be3 dan pa supir yang sedang bekerja mengendarai mobil ELFnya (hahahaha…kayak lagu aja) sampai lah di MCD Shinta. Tapi ternyata belum ada tanda-tanda kedatangan dari peserta dan waktunya bagi saya, pepi dan tity untuk menunggu. Saat menunggu, Pepi menuju Alfamart untuk membeli minum + kecap dan saus sambal, sementara saya dan Tity menunggu di mobil. Setelah Pepi kembali, gantian giliran saya dan tity memasuki MCD. Tujuan Tity adalah toilet, sedangkan saya membeli makanan 2 beef burger + kentang goreng. Setelah saya  dan Tity kembali  ke mobil..muncullah temennya nia yang bernama Iksan. Setelah kedatangan Iksan, tidak berapa lama kemudian “Ir” datang, dan jam 8 lewat 5 Nia pun datang. Setelah kedatangan Nia, jam di HP saya sudah menunjukkan pukul 8 lewat 15, maka kami memutuskan untuk menjemput Nina, Andin dan Edwin di perempatan lampu merah PLN Cikokol. Hal ini disebabkan karena Edwin kesiangan, nah dari pada menghabiskan waktu untuk menunggu di parkiran MCd, jadilah kita yang menjemput mereka. Setelah semua berkumpul…perjalanan menuju Cituis pun dimulai. Ternyata perjalanan menuju Muara Cituis lancar…jam 9 lewat kami sudah tiba di Cituis. Pak supir meminta tambahan 5ribu untuk biaya parkir. Hmmm…gapapalah.

Tiba di Cituis kami mencari tempat yang aman dan nyaman untuk menunggu kapal. Maka kami memutuskan untuk menunggu di post Dinas Perhubungan. Waktu kami datang ruangan tersebut masih terkunci, tapi tidak berapa lama kemudian ada seorang Bapak yang kalau tidak salah bernama Pa Dahlan (pegawai dishub) menyambut kami. Bapak tersebut tampak senang menerima kedatangan kami. Kami dipersilahkan menunggu dan diberi kursi. Padahal lesehan pun kami juga tidak apa-apa.

Selama 2 jam kami menunggu, dan menghabiskan waktu dengan main UNO. Seru juga siy. Saat kapal datang kami sangat antusias tapi ternyata kapal tersebut harus bongkar muat barang dahulu. Hmmm…terpaksa menunggu lagi. Walaupun menunggu kami tetap semangat. Mungkin karena masih di awal ya. Jam 12 lewat 40 kami memutuskan untuk menunggu kapal yang sedang bongkar muat di sebuah warung makan. Sementara Ir, ihsan dan Edwin menuju mushola untuk sholat (tapi gak jadi sholat cuma wudhu aja). Jam 1 kami bergegas menaiki kapal. Tapi ternyata kapal masih belum berangkat juga. Masih harus bongkar muat barang. Oya Pa Dahlan sempat menghampiri kapal yang kami tumpangi untuk mengucapkan selamat jalan dan hati-hati. Pa Dahlan juga menitipkan kami kepada kapten kapal agar mengawasi dan menjaga barang bawaan kami. Wah…saya jadi terharu mendapat perhatian dari Pa Dahlan. Jam 1.30 kapal mulai bergerak untuk mengarungi lautan. Dan kami pun memberikan lambaian tangan untuk Pa Dahlan yang berdiri di depan pos Dishub dan pa Dahlan pun membalas lambaian kami.

…Dan penyebrangan pun dimulai…..

Biaya penyebrangan kapal dari Muara Cituis ke Pulau Tidung seharga 20rb rupiah. Biaya penyebrangan yang cukup murah dengan kapal ya seadanya juga. Tapi kami tetap senang. Bahkan di kapal yang penuh sesak itu pun kita tetap bisa berfoto-foto.

Penyebrangan dari Cituis ke Pulau Tidung sekitar 2 jam. 2 jam perjalanan itu kami isi dengan ngobrol. Setelah cape ngobrol kami tertidur. Setelah puas tidur bangun dan kelaparan. Untungnya Pepi sudah menyiapkan cemilan dan aqua. Benar-benar terasa sekali kebersamaan kami,padahal banyak di antara kami yang baru pertama kali bertemu saat itu.

Jam 3.30 kami sampai di Pulau Tidung. Wonderful People di jemput oleh Pa Amsir, dan mengantarkan kami ke rumah Pak Hj. Amid. Kami dapat rumah di Barat. Rumah yang cukup besar dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, 1 ruang serbaguna yang bisa dipakai untuk kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur dan ada ruang untuk sholat. Pertama masuk ke ruang tamu tersebut saya kaget melihat tulisan yang tertempel di dinding. Tulisan tersebut berisi “Janji saya tidak Berzinah” lalu di dinding lain ada tulisan “Doa saya: kutuklah saya jika Berzinah”.  Reflex saya langsung ketawa, karena lucu aja melihat tulisan itu. Tapi itulah yang menjadi bahan lucu-lucuan kami. Kepikiran untuk berzinah aja juga gak kok, secara diantara kami itu tidak ada yang berpacaran.

Jam 4 lewat makan siang kami di antar. Setelah menyantap makan siang dengan menu : nasi, cumi goreng tepung, sayur asem, kerupuk, sambel, buah jeruk dan air kami bergegas untuk mencari sepeda. Saya menghubungi pa Amsir. Pa Amsir bilang, kami boleh menyewa sepeda di tempat lain klo saya dan tim merasa kejauhan untuk mengambil sepeda di tempat pa Amsir di Selatan yang dekat dengan Dermaga. Berkelilinglah kami mencari sepeda. Setelah menemukan tempat penyewaan sepeda, kali ini Ihsan yang nego harga sewa sepeda. Ternyata untuk sewa sepeda kami dapat harga murah. 1 sepeda yang kami sewa seharga 10rb. Dengan jam penyewaan terakhir jam 8 pagi hari sabtu.  Lalu kami menyewa guide local yaitu pa Away untuk membawa kami mengejar sunset.

Team wonderful people sudah mendapatkan sepeda pilihan masing-masing, dan jam 5 pas kami bersepeda mengejar sunset. Seru perjalanan menuju Barat pulau Tidung. Kami harus melewati lapangan, perumahan warga yang masih terbuat dari kayu, hutan, dan terakhir berujung di ujung barat pulau tidung. Dan waktunya berfoto-foto.

pose @barat tidung for sunset

mambooo

6 bidadari for sunset

Setelah puas berfoto-foto kami kembali ke penginapan. Kalau tidak salah pas maghrib kita kembali ke penginapan. Jalanan sudah mulai gelap. Bergegaslah kami. Sampai di penginapan jam 6.30. Kami janjian dengan pa Away setelah sholat isya akan bersepeda lagi untuk membeli Ikan. Setelah sholat maghrib makan malam kami pun datang. Menu makan malam kami yaitu nasi, ayam goreng, tempe goreng, lalap timun, kerupuk, pisang, sambal dan air minum. Harusnya kami memesan sayur sop tapi ternyata sayurnya tidak kunjung datang sampai kami selesai makan. Jam 7 lewat 30 Pa Hj. Amid mendatangi kami. Katanya siy ingin mendata dan mengontrol. Pa Hj. Amid menanyakan kami tentang acara bakar-bakaran. Pa Hj. Amid tidak ingin kami mendapatkan pelayanan yang kurang memuaskan dari rekanan Pa. Amid. Pa Amid menyarankan kami untuk menghubungi Pa Wardi, kalau Pa Wardi tidak sanggup menyediakan ikan, maka kami boleh membeli di tempat lain. Aku sempet melihat Pa Away di tanyai oleh Pa Hj. Amid dan berpesan kepada Pa Away jangan memberikan kami harga yang tinggi dan melayani kami sebaik-baiknya. Intinya Pa Hj. Amid itu care bangetlah sm kami. Beliau tidak ingin kami tidak mendapatkan service yang memuaskan. Setelah Pa Hj. Amid pergi. Kami dan Pa Away bersepeda kembali untuk membeli ikan. Tau ga siy kami itu beli ikannya di rumah ibu Rt. Untuk urusan ikan, saya menyerahkan kepada Nia. Maklum saya tidak mengerti untuk belanja-belanja yang begituan. Kami membeli 2 kg ikan bawal dan 1 kg rajungan. Semua itu dengan harga 130rb. Lumayanlah perbekalan kami untuk bakar-bakaran. Setelah itu kami kembali pulang. Jam 10 malam Pa Away kembali ke penginapan untuk mengajak kami bakar-bakaran di  pinggir pantai. Memang siy tempatnya di pinggir pantai tapi anehnya juga di pinggir lapangan. Tempat bakar-bakaran yang aneh…tapi gapapalah. Di pinggir lapang, di pinggir laut, dibawah langit yang penuh dengan bintang kami pun menggelar tikar. Sambil menanti ikan dan rajungan kami matang. Lagi-lagi kami main UNO di iringi dengan musik-musik pilihan kami. Benar-benar indah malam itu. Ikan dan rajungan kami matang. Menyatap bersama-sama itu lebih nikmat. Sumpah dech ikan dan rajungannya berasa banget enak n lezatnya. Entah karena kelaparan apa karena kebersamaan. Hmmmmm…silahkan pilih…hehehehhe…

Jam 12 kurang kami kembali ke penginapan. Sebelum masuk rumah, janjian dulu dengan Pa Away jam 5 pagi untuk jalan-jalan ke jembatan menuju timur atau lebih tepatnya pulau tidung kecil. Setelah bersih-bersih, sholat isya dan kami pun menuju peraduan. Oya walaupun rumah yang  kami sewa itu cukup besar, tapi tetep loh kita tuch maunya tidur di ruang tamu barengan. Yang cewe-cewe gelar kasur di depan Tv. Edwin dan Ihsan tidur di sofa. Sementara Ir tidur di kamar depan tapi pintunya tidak di tutup.

Hari ke 2 (10 Juli 2010)…

Jam 2 malam saya dan pepi terbangun karena suara Tv. Ternyata TV belum dimatikan. Huh…yang nonton terakhir sapa ya??? Lalu kembali tidur lagi. Jam 3 malam, saya terbangun lagi. Kali ini Pepi dan Tity juga terbangun karena bunyi suara telp dan kami be3 ke gerahan. Ternyata kipas angin yang berada di dekat Tity ada yang mematikan. Setelah kipas angin menyala kembali, ya tidur lagi donk. Jam 4 tiba-tiba Tity bangun dan bilang.. “Ida hujan deres banget, nanti kita gimana jalan2nya?” dan saya pun menjawab “ya..kok hujannya deres banget ya…gimana niy”..pepi pun menjawab “Yaaaaaaaa…hujan”, Nia, andin dan Nina juga terbangun… “Ya kok hujan ya” setelah itu kami pun kembali tertidur lagi. Jam 5 kurang 15 menit saya dan pepi bangun. Menuju kamar mandi untuk wudhu dan sholat subuh. Mengingat-ingat lagi kejadian pas kita bangun…ternyata yang paling kompak bangun saat jam 4 ketika mendengar suara hujan. Tapi anehnya setelah itu kita kembali tertidur pulas.

Jam 5 lewat 20 Pa Away sudah di depan pintu. Kali ini yang bangun kesiangan Edwin. Saya sempet berteriak2 memangil Edwin ketika dia berada di kamar mandi untuk segera bergegas. Setelah keluar semua. Barulah kita melanjutkan bersepeda pagi menuju Timur. Belum lama bersepeda ternyata di bagian paling belakang sepeda Ir mengalami kerusakan. Terpaksa saya, pepi, tity, nina, andin dan Edwin menunggu Ir, nia dan Ihsan untuk menukar sepeda di daerah RW 02. Setelah mereka kembali, kami pun berjalan menuju Timur jembatan tidung besar-tidung kecil.

Jam 6 lewat kami tiba di parkiran sepeda. Memarkir sepeda dan melanjutkan perjalanan menyebrangi jembatan. Udaranya sejuk, pemandangannya bagus, airnya jernih…wah bener2  indah sekali…

menyebrangi jembatan sambil berpose..

pose @ the bridge

hormat merah putih 😀

@bridge

tiba di tidung kecil..kami berpose kembali…

keceriaan 6 bidadari cantik @p. tidung kecil

full team...begaya @tidung kecil

Karena sudah jam 7 kami bergegas untuk menuju penginapan.. dan kembali untuk mengambil gambar di jembatan cinta (kata penduduk lokal siy itu namanya jembatan cinta)

a

tapi kami menyempatkan diri untuk minum kelapa muda… kami pun memesan 8 kelapa muda (harga 1 kelapa muda 6ribu rupiah), 1 gelas kopi (seharga 3 ribu rupiah) dan 1 teh manis hangat (seharga 2 ribu rupiah) untuk pa Away…cemilannya tanggo strawberi dan tanggo waffle. Lumayan untuk mengganjal perut di pagi hari.

bike to nature

Jam 7.40 kami kembali menuju penginapan. Tapi sebelumnya kami mengembalikan sepeda di tempat pa Away. Membayar sewa sepeda seharga 90ribu rupiah untuk 9 sepeda dan tips untuk Pa Away seharga 50rb karena telah menjadi guide kami dan membakarkan kami ikan. Jam 8 lewat kami tiba di penginapan..istirahat sebentar, packing dan sarapan pagi. Jam 9 kami meninggalkan penginapan untuk snorkeling.

Di tempat Pa Amsir kami fitting pelampung, sepatu katak dan kacamata. Setelah mendapatkan itu semua aku melunasi pembayaran makan dulu. Makan 4 kali untuk 9 orang seharga 15 ribu rupiah setiap kali makan, dan totalnya sejumlah 540 ribu. Lalu saya juga membayar untuk sewa kapal untuk snorkeling ke pulau payung seharga 300 ribu, dan sewa alat seharga 35ribu rupiah per orang. Seharusnya total yang saya bayarkan untuk sewa alat snorkeling seharga 315 ribu rupiah, tetapi Pa Amsir memberikan potongan 15ribu rupiah. Lumayanlah untuk tambahan makan malam. hehehehehe…

…dan perjalanan menuju pulau payung pun dimulai…

tidak sampai 30 menit kami pun tiba di tempat untuk snorkeling. Kami meminta tukang kapalnya untuk menurukan kami di kedalaman kurang lebih 1 meter, karena banyak di antara kami yang tidak bisa berenang dan harus penyesuaian dulu. Saya pun 10 menit pertama masih mendapat pengawalan dari bapak-bapak yang punya kapal itu, karena saya itu panik banget ya bisa dibilang miss panic under water…hahahahaha…setelah itu saya pun sudah bisa snorkeling sendiri…. hehehehehe

setelah puas bersnorkeling, kami pun kembali ke kapal untuk kembali ke pulau tidung, bersih-bersih dan lanjut pulang. Untuk bersih-bersih kami menumpang di toilet tempat penyewaan alat-alat. 6 bidadari pun mandi bersamaan dalam 1 kamar mandi. sementara yang cowo-cowo hanya ganti pakaian saja. Kembali ke dermaga ternyata kami ketinggalan kapal. Kapal yang ke muara angke sudah berangkat sebelum jam 1 siang. Tapi ternyata masih ada beberapa kelompok yang ketinggalan kapal dan ada kapal yang mau mengangkut kami ke muara angke..kami menunggu di atas kapal, mulai dari main uno, tidur-tiduran, makan pop mie…n akhirnya kami mati gaya menunggu selama 4 jam.

danternyata…. selama hampir 4 jam menunggu,  kapal tersebut tidak bisa menyebrang karena kondisi mesin yang rusak.Wah sempet panik, karena tidak tau lagi harus menginap dimana. Saya kembali menghubungi Pa Amsir untuk minta dicarikan penginapan, dan Pa Amsir bersedia menyewakan rumahnya untuk kami sewa, tapi…belum beberapa lama kami putus asa, ternyata ada kapal dari muara angke yang bersedia menyebrangkan kami. Wah…secercah harapan untuk bisa kembali pulang pun ada. Kami pun segera menaiki kapal. Kapal berangkat dari pulau tidung jam setengah 5. Dan bencana pun datang…saya mabuk laut, semua isi makanan di dalam perut sudah keluar tapi ternyata masih mual juga. Pepi dan Nina setelah muntah mereka bisa tertidur, sedangkan saya tidak bisa. Kalau memejamkan mata rasanya mual sekali. Hmmm..selama 3 jam saya hanya duduk melihat teman-teman yang asyik tertidur, melihat pemandangan laut yang itu-itu aja dan berharap segera sampai ke daratan. Dan setelah menempuh 3 jam perjalanan kapal pun merapat di muara angke. Turun dari kapal kami duduk2 dulu minum segelas teh manis hangat untuk memulihkan kembali kondisi saya. Ya…saya yang paling parah mabuk lautnya… Jam 8 setelah kondisi saya kembali membaik, kami keluar menuju pelelangan ikan. Dan kami pun membeli 2 kg ikan baronang di campur dengan ikan bawal seharga 50rb, 1 kg cumi seharga 25 ribu dan 1 kg udang seharga 45 ribu. Lalu ke rumah makan nusantara untuk makan malam.

@Rm. Nusantara menyantap ikan bakar, cumi goreng tepung n saos padang, udang saos tiram dan saos padang

untuk makan malam kami mengeluarkan biaya 16ribu rupiah perorang. Wah kenyang sekali dan waktunya untuk pulang.

Keluar dari muara angke kami naik angkot menuju grogol seharga 5ribu rupiah perorang. di Grogol kami pun berpisah. Wah sedih sekali berpisah dengan kalian. Nina dan Andin pulang naik taksi menuju bintaro, Pepi Nia dan Iksan pulang naik Taksi menuju Tangerang, sedangkan saya Edwin Ir dan Tity pulang bersama-sama naik Taksi menuju radio dalam dan ciledug.

“Wonderful Holiday with wonderful people in the wonderlands”… sampai jumpa di perjalanan berikutnya ya teman…. 😀

Japanese Traditional Festival in Little Tokyo Blok M Ennichisai 2010

7 Jul

Minggu sore, 4 Juli 2010 bosan juga kalau harus menghabiskan liburan di rumah. So…setelah sholat maghrib saya mengajak ibu saya untuk menuju melawai. Mengapa ke Melawai? Karena ada acara “Japanese Traditional Festival in Little Tokyo Blok M Ennichisai 2010”. Hmmm..penasaran juga dengan acara tersebut.

15 menit perjalanan yang harus saya dan ibu tempuh menuju melawai. Tiba di daerah Melawai, saya tertarik sekali melihat pesona lampion, karena banyak sekali lampion yang di gantung di pintu masuk (gate). Ada yang bertuliskan nama, ada juga yang bertuliskan nama perusahaan.

Lampion

Menyusuri area festival, banyak sekali remaja2 yang mengenakan kostum Jepang (cosplay) dan banyak orang baik muda atau tua yang memakai YUKATA atau lebih dikenal dengan nama KIMONO. Selain itu dalam festival Ennichisai terdapat berbagai macam kedai makanan yang menjual makanan khas Jepang mulai dari TAKOYAKI, OKONOMIYAKI, YAKITORI, SUSHI, RAMEN, UDON, dan lain-lain.

Makanan pertama yang saya cicipi adalah Okonomiyaki seharga 20 ribu rupiah.

okonomiyaki

Sambil menikmati Okonomiyaki  saya menyaksikan pementasan Kamen Raider dari panggungyang berukuran kira-kira 18 x 6 meter,  tapi sayang saya dan ibu menyaksikan sudah di menit-menit terakhir.  Setelah pertunjukan Kamen Raider selesai, On! Project tampil menghibur penonton menyanyikan lagu-lagu Jepang. Walaupun saya tidak mengerti tapi cukup menikmatilah sambil menyantap TAKOYAKI seharga 15 ribu rupiah.

takoyaki

Ibuku sudah tampak kelelahan berdiri. Jadi saya mengajak ibu untuk duduk di depan salah satu gedung. Tidak tega meninggalkan ibu duduk sendirian, saya membelikan 1 gelas Lemon Tea seharga 5 ribu rupiah + Udon Seafood  seharga 18 ribu rupiah.

udon seafood

Sementara saya kembali ke tengah untuk menyaksikan pertunjukan dari Teater Enjuku (Teater yang beranggotakan para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar Bahasa Jepang).

Puas dengan pertunjukan Teater Enjuku saya berkeliling area festival lagi dan kali ini saya tidak narsis, tetapi saya mengambil gambar ibu di depan miniatur kuil yang akan di arak keliling area festival atau lebih dikenal dengan acara MIKOSHI.  Melihat orang-orang sibuk menyiapkan MIKOSHI untuk di arak keliling area Ennichisai saya tertarik untuk mengambil gambar keramain tersebut. Dan inilah hasil jepretan saya.

Mama

persiapan mengarak mikoshi part laki2

persiapan mikoshi part wanita

MIKOSHI siap di arak, tetapi saya dan Ibu lebih memilih untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 21.10. Bagi saya sudah cukup menyaksikan Ennichisai 2010 walaupun sebenarnya penasaran dengan acara penutupan dan pesta kembang api. Hmmmm…semoga saja tahun depan Little Tokyo menyelenggarakan Ennichisai lagi ya. 😀

Festival Jajanan Bango dan Jak Cloth 2010

6 Jul

Masih di awal bulan Juli niy,ternyata banyak festival yang diadakan tepat di minggu pertama bulan Juli. Seperti billboard yang saya lihat di daerah Radio Dalam ada billboard tentang Jak Cloth 2010 yang dilaksanakan 2-4 Juli di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno. Lalu saya melihat iklan di TV ternyata juga ada festival Jajanan Bango tanggal 3-4 Juli di Plaza Selatan Gelora Bung Karno.

Gak mau ketinggalan dengan 2 festival itu, sabtu sore saya, pepi dan tity menyempatkan untuk mengunjungi Festival Jajanan Bango. Wisata kuliner hari itu dibuka dengan membeli cemilan gorengan yang berada di luar festival jajanan Bango. Pepi membeli 4 buah gorengan yang terdiri dari Cireng, Risol dan Tahu seharga 3ribu rupiah. Masuk ke area festival Jajanan Bango Pepi membeli segelas es doger di stand “ES Cingcau Ciragil” seharga 5 ribu rupiah. Saya dan Pepi duduk sambil menunggu kedatangan Tity. Setelah es habis, ternyata Tity baru turun dari bus. Setelah kehadiran Tity pepi melanjutkan lagi untuk membeli es kali ini es yang dia beli Es Lilin Rasa Coklat di stand “Es Lilin Bandung” harganya 5 ribu juga. Sambil menghabiskan Es lilin kita muter-muterin area festival jajanan bango. Lalu tak lupa juga untuk foto-foto.

Ida dan Pepi

asinan betawi

asinan betawi Ny. Isye

Setelah menghabiskan Es Lilin, kali ini saya yang bertugas membeli makanan. Saya tertarik untuk mencoba Asinan Betawi. Lalu saya membeli 1 porsi Asinan Betawi di stand “Asinan Betawi Ny. Isye”. Harga 1 porsi asinan 13 ribu rupiah.

Asinan itu kita santap bertiga. Cukup mengenyangkan juga.  Tadinya ingin menikmati menu yang lainnya, tetapi perut masih kenyang, jadi kami bertiga memutuskan untuk mengunjungi Jak Cloth 2010 yang berada di Plaza Tenggara, tetapi ternyata tempatnya di pindah jadi di Plaza Timur bersebrangan dengan Circus show yang terletak di Parkir Timur. Hari itu panas dan macet banget di daerah Senayan/Gelora Bung Karno, karena banyak sekali acara di situ. Selain 2 festival tersebut ada juga Pesta Buku Jakarta yang diselenggarakan di Istora Senayan 2-11 Juli 2010, lalu ada Circus Festival Indonesia di Parkir Timur Senayan yang berseberangan dengan Jak Cloth dan ada juga Bobo Fair di JCC. Bisa dibayangkan donk, betapa penuh dan macetnya Senayan hari itu.

Untuk bisa masuk ke arena Jak Cloth 2010 dikenakan biaya 10ribu rupiah untuk HTMnya. Tiket tersebut dapat ditukarkan dengan 1 kotak fruit tea.

tiket masuk Jak Cloth 2010

Hari itu Jak Cloth penuh sekali. Mau pilih-pilih baju jadi susah, padahal ada baju yang saya suka, tapi tidak jadi saya beli karena saya menyerah dengan penuh sesaknya Jak Cloth. Tapi anehnya walaupun penuh, kami tetap bisa mengabadikan foto di area Jak Cloth. Hehehehehe…(here we are…!!!)

Keluar dari Jak Cloth, kami memutuskan kembali untuk memasuki area Festival Jajanan Bango. Melanjutkan kuliner hari itu. Saat mengunjungi dari stand ke stand ternyata hujan turun deras. Dan akhirnya kami bertiga memutuskan untuk makan di Soto Mie Saroja yang harganya 20 ribu rupiah per porsi. Ditemani dengan 2 gelas teh lemon sariwangi. Puas menikmati Soto Mie Saroja ternyata mulut masih ingin mengunyah, maka kami memutuskan untuk membeli  Tahu Slawi dan Tempe Mendoan Jl. Barito seharga 15ribu rupiah untuk  1 porsi (5 buah tempe mendoan dan 5 buah tahu slawi).

Hujan yang mengguyur Jakarta masih cukup deras, tapi berhubung Tity ingin ke toilet, alhasil kita menerjang derasnya hujan untuk mencapai FX. 1 payung bertiga membuat baju kami basah. Setelah bersih-bersih di Toilet FX perjalanan hari itu dilanjutkan dengan belanja di Guardian. Jam pun sudah menunjukkan jam 7 lewat, kami memutuskan untuk pulang. Tapi ternyata bus yang menuju Tangerang cukup lama datangnya, jadi saya dan Tity menemani Pepi untuk menunggu bus yang kea rah Tangerang. Setelah Pepi mendapatkan busnya, barulah saya dan Tity pulang. Cukup melelahkan perjalanan festival to festival  hari itu.