Liburan seru di Pulau Tidung (Bike to Nature n Snorkeling)

13 Jul

Perjalanan ke Pulau Tidung ini, perjalanan yang sudah lama saya dan pepi rencanakan. Mulai dari 15 peserta yang terdaftar hingga akhirnya hanya 9 peserta yang saya sebut dengan “wonderful people” yang berangkat menuju Pulau “wonderlands” Tidung. Team “Wonderful People” tersebut adalah saya (ida), Pepi, Tity, Nia, Nina, Andin, Ir, Ihsan dan peserta terakhir yang terdaftar adalah Edwin (satu hari sebelum hari H, baru saya dan pepi ajak).

ki-ka : iksan, andin, nia, nina, edwin, saya, pepi, tity, ir

…dan inilah cerita kami….

Hari pertama (9 Juli 2010)…

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 6 lewat 20 menit. Saya dan Tity yang memang bermalam di rumah Pepi segera bergegas untuk meninggalkan rumah dan pamitan kepada orang tua Pepi. Kami naik angkot menuju Grand Tomang (seharga 2ribu rupiah) tempat yang pepi janjikan untuk bertemu dengan supir yang mobilnya akan kami sewa. Tapi ternyata hingga Jam 7 kurang 10 menit, si Aki (supir angkot) yang mobilnya akan kami sewa tidak kunjung datang. Hal ini disebabkan karena jaringan handphone yang error. Kami bertiga memutuskan untuk menyetop angkot ELF untuk kami sewa. Sempat terjadi ketegangan antara saya dan Pepi. Kita be2 dah pasang muka BT se Btnya n alhasil jadi main jutek2an. Setelah menstop angkot jenis ELF kita mulai nego harga dan akhirnya tersepakatilah harga 125rb dengan rute Grand Tomang-MC’D Shinta-Cikokol-Muara Cituis.

Jam 7 lewat 20 kami be3 dan pa supir yang sedang bekerja mengendarai mobil ELFnya (hahahaha…kayak lagu aja) sampai lah di MCD Shinta. Tapi ternyata belum ada tanda-tanda kedatangan dari peserta dan waktunya bagi saya, pepi dan tity untuk menunggu. Saat menunggu, Pepi menuju Alfamart untuk membeli minum + kecap dan saus sambal, sementara saya dan Tity menunggu di mobil. Setelah Pepi kembali, gantian giliran saya dan tity memasuki MCD. Tujuan Tity adalah toilet, sedangkan saya membeli makanan 2 beef burger + kentang goreng. Setelah saya  dan Tity kembali  ke mobil..muncullah temennya nia yang bernama Iksan. Setelah kedatangan Iksan, tidak berapa lama kemudian “Ir” datang, dan jam 8 lewat 5 Nia pun datang. Setelah kedatangan Nia, jam di HP saya sudah menunjukkan pukul 8 lewat 15, maka kami memutuskan untuk menjemput Nina, Andin dan Edwin di perempatan lampu merah PLN Cikokol. Hal ini disebabkan karena Edwin kesiangan, nah dari pada menghabiskan waktu untuk menunggu di parkiran MCd, jadilah kita yang menjemput mereka. Setelah semua berkumpul…perjalanan menuju Cituis pun dimulai. Ternyata perjalanan menuju Muara Cituis lancar…jam 9 lewat kami sudah tiba di Cituis. Pak supir meminta tambahan 5ribu untuk biaya parkir. Hmmm…gapapalah.

Tiba di Cituis kami mencari tempat yang aman dan nyaman untuk menunggu kapal. Maka kami memutuskan untuk menunggu di post Dinas Perhubungan. Waktu kami datang ruangan tersebut masih terkunci, tapi tidak berapa lama kemudian ada seorang Bapak yang kalau tidak salah bernama Pa Dahlan (pegawai dishub) menyambut kami. Bapak tersebut tampak senang menerima kedatangan kami. Kami dipersilahkan menunggu dan diberi kursi. Padahal lesehan pun kami juga tidak apa-apa.

Selama 2 jam kami menunggu, dan menghabiskan waktu dengan main UNO. Seru juga siy. Saat kapal datang kami sangat antusias tapi ternyata kapal tersebut harus bongkar muat barang dahulu. Hmmm…terpaksa menunggu lagi. Walaupun menunggu kami tetap semangat. Mungkin karena masih di awal ya. Jam 12 lewat 40 kami memutuskan untuk menunggu kapal yang sedang bongkar muat di sebuah warung makan. Sementara Ir, ihsan dan Edwin menuju mushola untuk sholat (tapi gak jadi sholat cuma wudhu aja). Jam 1 kami bergegas menaiki kapal. Tapi ternyata kapal masih belum berangkat juga. Masih harus bongkar muat barang. Oya Pa Dahlan sempat menghampiri kapal yang kami tumpangi untuk mengucapkan selamat jalan dan hati-hati. Pa Dahlan juga menitipkan kami kepada kapten kapal agar mengawasi dan menjaga barang bawaan kami. Wah…saya jadi terharu mendapat perhatian dari Pa Dahlan. Jam 1.30 kapal mulai bergerak untuk mengarungi lautan. Dan kami pun memberikan lambaian tangan untuk Pa Dahlan yang berdiri di depan pos Dishub dan pa Dahlan pun membalas lambaian kami.

…Dan penyebrangan pun dimulai…..

Biaya penyebrangan kapal dari Muara Cituis ke Pulau Tidung seharga 20rb rupiah. Biaya penyebrangan yang cukup murah dengan kapal ya seadanya juga. Tapi kami tetap senang. Bahkan di kapal yang penuh sesak itu pun kita tetap bisa berfoto-foto.

Penyebrangan dari Cituis ke Pulau Tidung sekitar 2 jam. 2 jam perjalanan itu kami isi dengan ngobrol. Setelah cape ngobrol kami tertidur. Setelah puas tidur bangun dan kelaparan. Untungnya Pepi sudah menyiapkan cemilan dan aqua. Benar-benar terasa sekali kebersamaan kami,padahal banyak di antara kami yang baru pertama kali bertemu saat itu.

Jam 3.30 kami sampai di Pulau Tidung. Wonderful People di jemput oleh Pa Amsir, dan mengantarkan kami ke rumah Pak Hj. Amid. Kami dapat rumah di Barat. Rumah yang cukup besar dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, 1 ruang serbaguna yang bisa dipakai untuk kamar tidur, 2 kamar mandi, dapur dan ada ruang untuk sholat. Pertama masuk ke ruang tamu tersebut saya kaget melihat tulisan yang tertempel di dinding. Tulisan tersebut berisi “Janji saya tidak Berzinah” lalu di dinding lain ada tulisan “Doa saya: kutuklah saya jika Berzinah”.  Reflex saya langsung ketawa, karena lucu aja melihat tulisan itu. Tapi itulah yang menjadi bahan lucu-lucuan kami. Kepikiran untuk berzinah aja juga gak kok, secara diantara kami itu tidak ada yang berpacaran.

Jam 4 lewat makan siang kami di antar. Setelah menyantap makan siang dengan menu : nasi, cumi goreng tepung, sayur asem, kerupuk, sambel, buah jeruk dan air kami bergegas untuk mencari sepeda. Saya menghubungi pa Amsir. Pa Amsir bilang, kami boleh menyewa sepeda di tempat lain klo saya dan tim merasa kejauhan untuk mengambil sepeda di tempat pa Amsir di Selatan yang dekat dengan Dermaga. Berkelilinglah kami mencari sepeda. Setelah menemukan tempat penyewaan sepeda, kali ini Ihsan yang nego harga sewa sepeda. Ternyata untuk sewa sepeda kami dapat harga murah. 1 sepeda yang kami sewa seharga 10rb. Dengan jam penyewaan terakhir jam 8 pagi hari sabtu.  Lalu kami menyewa guide local yaitu pa Away untuk membawa kami mengejar sunset.

Team wonderful people sudah mendapatkan sepeda pilihan masing-masing, dan jam 5 pas kami bersepeda mengejar sunset. Seru perjalanan menuju Barat pulau Tidung. Kami harus melewati lapangan, perumahan warga yang masih terbuat dari kayu, hutan, dan terakhir berujung di ujung barat pulau tidung. Dan waktunya berfoto-foto.

pose @barat tidung for sunset

mambooo

6 bidadari for sunset

Setelah puas berfoto-foto kami kembali ke penginapan. Kalau tidak salah pas maghrib kita kembali ke penginapan. Jalanan sudah mulai gelap. Bergegaslah kami. Sampai di penginapan jam 6.30. Kami janjian dengan pa Away setelah sholat isya akan bersepeda lagi untuk membeli Ikan. Setelah sholat maghrib makan malam kami pun datang. Menu makan malam kami yaitu nasi, ayam goreng, tempe goreng, lalap timun, kerupuk, pisang, sambal dan air minum. Harusnya kami memesan sayur sop tapi ternyata sayurnya tidak kunjung datang sampai kami selesai makan. Jam 7 lewat 30 Pa Hj. Amid mendatangi kami. Katanya siy ingin mendata dan mengontrol. Pa Hj. Amid menanyakan kami tentang acara bakar-bakaran. Pa Hj. Amid tidak ingin kami mendapatkan pelayanan yang kurang memuaskan dari rekanan Pa. Amid. Pa Amid menyarankan kami untuk menghubungi Pa Wardi, kalau Pa Wardi tidak sanggup menyediakan ikan, maka kami boleh membeli di tempat lain. Aku sempet melihat Pa Away di tanyai oleh Pa Hj. Amid dan berpesan kepada Pa Away jangan memberikan kami harga yang tinggi dan melayani kami sebaik-baiknya. Intinya Pa Hj. Amid itu care bangetlah sm kami. Beliau tidak ingin kami tidak mendapatkan service yang memuaskan. Setelah Pa Hj. Amid pergi. Kami dan Pa Away bersepeda kembali untuk membeli ikan. Tau ga siy kami itu beli ikannya di rumah ibu Rt. Untuk urusan ikan, saya menyerahkan kepada Nia. Maklum saya tidak mengerti untuk belanja-belanja yang begituan. Kami membeli 2 kg ikan bawal dan 1 kg rajungan. Semua itu dengan harga 130rb. Lumayanlah perbekalan kami untuk bakar-bakaran. Setelah itu kami kembali pulang. Jam 10 malam Pa Away kembali ke penginapan untuk mengajak kami bakar-bakaran di  pinggir pantai. Memang siy tempatnya di pinggir pantai tapi anehnya juga di pinggir lapangan. Tempat bakar-bakaran yang aneh…tapi gapapalah. Di pinggir lapang, di pinggir laut, dibawah langit yang penuh dengan bintang kami pun menggelar tikar. Sambil menanti ikan dan rajungan kami matang. Lagi-lagi kami main UNO di iringi dengan musik-musik pilihan kami. Benar-benar indah malam itu. Ikan dan rajungan kami matang. Menyatap bersama-sama itu lebih nikmat. Sumpah dech ikan dan rajungannya berasa banget enak n lezatnya. Entah karena kelaparan apa karena kebersamaan. Hmmmmm…silahkan pilih…hehehehhe…

Jam 12 kurang kami kembali ke penginapan. Sebelum masuk rumah, janjian dulu dengan Pa Away jam 5 pagi untuk jalan-jalan ke jembatan menuju timur atau lebih tepatnya pulau tidung kecil. Setelah bersih-bersih, sholat isya dan kami pun menuju peraduan. Oya walaupun rumah yang  kami sewa itu cukup besar, tapi tetep loh kita tuch maunya tidur di ruang tamu barengan. Yang cewe-cewe gelar kasur di depan Tv. Edwin dan Ihsan tidur di sofa. Sementara Ir tidur di kamar depan tapi pintunya tidak di tutup.

Hari ke 2 (10 Juli 2010)…

Jam 2 malam saya dan pepi terbangun karena suara Tv. Ternyata TV belum dimatikan. Huh…yang nonton terakhir sapa ya??? Lalu kembali tidur lagi. Jam 3 malam, saya terbangun lagi. Kali ini Pepi dan Tity juga terbangun karena bunyi suara telp dan kami be3 ke gerahan. Ternyata kipas angin yang berada di dekat Tity ada yang mematikan. Setelah kipas angin menyala kembali, ya tidur lagi donk. Jam 4 tiba-tiba Tity bangun dan bilang.. “Ida hujan deres banget, nanti kita gimana jalan2nya?” dan saya pun menjawab “ya..kok hujannya deres banget ya…gimana niy”..pepi pun menjawab “Yaaaaaaaa…hujan”, Nia, andin dan Nina juga terbangun… “Ya kok hujan ya” setelah itu kami pun kembali tertidur lagi. Jam 5 kurang 15 menit saya dan pepi bangun. Menuju kamar mandi untuk wudhu dan sholat subuh. Mengingat-ingat lagi kejadian pas kita bangun…ternyata yang paling kompak bangun saat jam 4 ketika mendengar suara hujan. Tapi anehnya setelah itu kita kembali tertidur pulas.

Jam 5 lewat 20 Pa Away sudah di depan pintu. Kali ini yang bangun kesiangan Edwin. Saya sempet berteriak2 memangil Edwin ketika dia berada di kamar mandi untuk segera bergegas. Setelah keluar semua. Barulah kita melanjutkan bersepeda pagi menuju Timur. Belum lama bersepeda ternyata di bagian paling belakang sepeda Ir mengalami kerusakan. Terpaksa saya, pepi, tity, nina, andin dan Edwin menunggu Ir, nia dan Ihsan untuk menukar sepeda di daerah RW 02. Setelah mereka kembali, kami pun berjalan menuju Timur jembatan tidung besar-tidung kecil.

Jam 6 lewat kami tiba di parkiran sepeda. Memarkir sepeda dan melanjutkan perjalanan menyebrangi jembatan. Udaranya sejuk, pemandangannya bagus, airnya jernih…wah bener2  indah sekali…

menyebrangi jembatan sambil berpose..

pose @ the bridge

hormat merah putih😀

@bridge

tiba di tidung kecil..kami berpose kembali…

keceriaan 6 bidadari cantik @p. tidung kecil

full team...begaya @tidung kecil

Karena sudah jam 7 kami bergegas untuk menuju penginapan.. dan kembali untuk mengambil gambar di jembatan cinta (kata penduduk lokal siy itu namanya jembatan cinta)

a

tapi kami menyempatkan diri untuk minum kelapa muda… kami pun memesan 8 kelapa muda (harga 1 kelapa muda 6ribu rupiah), 1 gelas kopi (seharga 3 ribu rupiah) dan 1 teh manis hangat (seharga 2 ribu rupiah) untuk pa Away…cemilannya tanggo strawberi dan tanggo waffle. Lumayan untuk mengganjal perut di pagi hari.

bike to nature

Jam 7.40 kami kembali menuju penginapan. Tapi sebelumnya kami mengembalikan sepeda di tempat pa Away. Membayar sewa sepeda seharga 90ribu rupiah untuk 9 sepeda dan tips untuk Pa Away seharga 50rb karena telah menjadi guide kami dan membakarkan kami ikan. Jam 8 lewat kami tiba di penginapan..istirahat sebentar, packing dan sarapan pagi. Jam 9 kami meninggalkan penginapan untuk snorkeling.

Di tempat Pa Amsir kami fitting pelampung, sepatu katak dan kacamata. Setelah mendapatkan itu semua aku melunasi pembayaran makan dulu. Makan 4 kali untuk 9 orang seharga 15 ribu rupiah setiap kali makan, dan totalnya sejumlah 540 ribu. Lalu saya juga membayar untuk sewa kapal untuk snorkeling ke pulau payung seharga 300 ribu, dan sewa alat seharga 35ribu rupiah per orang. Seharusnya total yang saya bayarkan untuk sewa alat snorkeling seharga 315 ribu rupiah, tetapi Pa Amsir memberikan potongan 15ribu rupiah. Lumayanlah untuk tambahan makan malam. hehehehehe…

…dan perjalanan menuju pulau payung pun dimulai…

tidak sampai 30 menit kami pun tiba di tempat untuk snorkeling. Kami meminta tukang kapalnya untuk menurukan kami di kedalaman kurang lebih 1 meter, karena banyak di antara kami yang tidak bisa berenang dan harus penyesuaian dulu. Saya pun 10 menit pertama masih mendapat pengawalan dari bapak-bapak yang punya kapal itu, karena saya itu panik banget ya bisa dibilang miss panic under water…hahahahaha…setelah itu saya pun sudah bisa snorkeling sendiri…. hehehehehe

setelah puas bersnorkeling, kami pun kembali ke kapal untuk kembali ke pulau tidung, bersih-bersih dan lanjut pulang. Untuk bersih-bersih kami menumpang di toilet tempat penyewaan alat-alat. 6 bidadari pun mandi bersamaan dalam 1 kamar mandi. sementara yang cowo-cowo hanya ganti pakaian saja. Kembali ke dermaga ternyata kami ketinggalan kapal. Kapal yang ke muara angke sudah berangkat sebelum jam 1 siang. Tapi ternyata masih ada beberapa kelompok yang ketinggalan kapal dan ada kapal yang mau mengangkut kami ke muara angke..kami menunggu di atas kapal, mulai dari main uno, tidur-tiduran, makan pop mie…n akhirnya kami mati gaya menunggu selama 4 jam.

danternyata…. selama hampir 4 jam menunggu,  kapal tersebut tidak bisa menyebrang karena kondisi mesin yang rusak.Wah sempet panik, karena tidak tau lagi harus menginap dimana. Saya kembali menghubungi Pa Amsir untuk minta dicarikan penginapan, dan Pa Amsir bersedia menyewakan rumahnya untuk kami sewa, tapi…belum beberapa lama kami putus asa, ternyata ada kapal dari muara angke yang bersedia menyebrangkan kami. Wah…secercah harapan untuk bisa kembali pulang pun ada. Kami pun segera menaiki kapal. Kapal berangkat dari pulau tidung jam setengah 5. Dan bencana pun datang…saya mabuk laut, semua isi makanan di dalam perut sudah keluar tapi ternyata masih mual juga. Pepi dan Nina setelah muntah mereka bisa tertidur, sedangkan saya tidak bisa. Kalau memejamkan mata rasanya mual sekali. Hmmm..selama 3 jam saya hanya duduk melihat teman-teman yang asyik tertidur, melihat pemandangan laut yang itu-itu aja dan berharap segera sampai ke daratan. Dan setelah menempuh 3 jam perjalanan kapal pun merapat di muara angke. Turun dari kapal kami duduk2 dulu minum segelas teh manis hangat untuk memulihkan kembali kondisi saya. Ya…saya yang paling parah mabuk lautnya… Jam 8 setelah kondisi saya kembali membaik, kami keluar menuju pelelangan ikan. Dan kami pun membeli 2 kg ikan baronang di campur dengan ikan bawal seharga 50rb, 1 kg cumi seharga 25 ribu dan 1 kg udang seharga 45 ribu. Lalu ke rumah makan nusantara untuk makan malam.

@Rm. Nusantara menyantap ikan bakar, cumi goreng tepung n saos padang, udang saos tiram dan saos padang

untuk makan malam kami mengeluarkan biaya 16ribu rupiah perorang. Wah kenyang sekali dan waktunya untuk pulang.

Keluar dari muara angke kami naik angkot menuju grogol seharga 5ribu rupiah perorang. di Grogol kami pun berpisah. Wah sedih sekali berpisah dengan kalian. Nina dan Andin pulang naik taksi menuju bintaro, Pepi Nia dan Iksan pulang naik Taksi menuju Tangerang, sedangkan saya Edwin Ir dan Tity pulang bersama-sama naik Taksi menuju radio dalam dan ciledug.

“Wonderful Holiday with wonderful people in the wonderlands”… sampai jumpa di perjalanan berikutnya ya teman….😀

4 Responses to “Liburan seru di Pulau Tidung (Bike to Nature n Snorkeling)”

  1. faza July 19, 2010 at 7:12 am #

    nice………………………..^_^b………………..

  2. arob August 17, 2010 at 3:21 pm #

    oke2

  3. alifia November 30, 2011 at 1:50 pm #

    jadi kira2 per orang berapa yg perlu dikeluaran untuk ke tidung?
    n apa aja yg didapat dgn pengeluaran segitu😀
    mohon infonya, trima kasih
    :d

Trackbacks/Pingbacks

  1. 2010 in review « - January 3, 2011

    […] Liburan seru di Pulau Tidung (Bike to Nature n Snorkeling) July 2010 2 comments 5 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: